Puluhan Wartawan Protes Ucapan Fotografer Pribadi Kapolda Kalsel


Jakarta, PenaOne -  Keributan terjadi antara para wartawan dengan seorang fotografer pribadi Kapolda Kalsel bernama Harbot, usai gelar perkara tangkapan tersangka pengedar pil ineks dan sabu-sabu bersama barang buktinya di halaman Mapolda Kalsel, Rabu (28/3/2018).

Gara-garanya, akibat perkataan kasar yang diucapkan Harbot, membuat para wartawan yang meliput gelar perkara itu turut emosi. Kejadian ini sempat mengejutkan Wakil Kapolda Kalsel Kombes Pol M Nasri dan jajarannya, akibat para wartawan pun protes atas ucapan Harbot yang dianggap kasar dan setengah mengancam awak media.

Keributan pun tak terelakkan lagi. Gara-gara Harbot mengeluarkan kata-kata kasar kepada jurnalis Duta TV, Mawardi. Hal ini dipicu ketika Mawardi yang bergeser sehabis wawancara dengan Wakapolda Kalsel, untuk menginterview Kepala Kanwil Direktorat Bea Cukai Kalimantan Selatan, Hary Budi Wicaksono. Saat itu, tak sengaja, tersenggol bahu Harbot, hingga keluar kata-kata kasar: “Kuhajar nanti kamu!” yang juga didengar rekan-rekan jurnalis.

Sontak, seperti dikutip jejakrekam.com, kata-kata kasar Harbot ini pun memicu kemarahan awak media yang tengah meliput gelar perkara tersebut. Hingga, beberapa wartawan pun ‘mengamuk’ meminta Harbot menjelaskan kata ‘hajar’ yang ditujukan kepada para jurnalis.

“Kami minta agar saudara Harbot menjelaskan kata hajar itu. Apa mau menghajar wartawan?” cecar wartawan senior MNC Group, M Akhyar.  Rupanya, tak hanya M Akhyar, semua wartawan yang hadir pun mempertanyakan kata-kata kasar yang keluar dari mulut sang fotografer pribadi orang nomor satu di Mapolda Kalsel tersebut.

Awak media pun mengancam akan memboikot semua kegiatan yang berlangsung di Mapolda Kalsel, jika Harbot tak mengaku kesalahan dan meminta maaf. 

“Kami ini sudah 20 tahun meliput kegiatan di Polda Kalsel. Baru kal ini, kami diperlakukan semacam ini,” ucap Ifansyah, wartawan Banjarmasin Post.
Sementara itu, pengalaman yang tidak mengenakkan juga dirasakan para wartawan lainnya, saat Harbot hadir dari kegiatan yang digelar Polda Kalsel. “Lain kali, seharusnya jaga sikap. Jangan lagi semena-mena dengan kawan-kawan wartawan,” ucap fotografer Barito Post, Iman Satria.

Keributan ini pun sempat dilerai pejabat teras dan anggota Bidpropam Polda Kalsel. Hingga akhirnya, Kabid Humas Polda Kalsel AKBP M Rifai’i memediasi agar keributan itu tak berbuntut panjang.

Akhirnya, Kapolda Kalsel Brigjen Pol Rachmat Mulyana langsung turun tangan. Usai memanggil Harbot, Kapolda Kalsel menegaskan apabila fotografer itu kembali berulah, pasti akan dipecat.

“Saya sudah tegur dia. Kalau dia masih mengulangi perbuatan itu, saya akan pecat,” tegas jenderal bintang satu ini, didampingi Kabid Humas Polda Kalsel AKBP M Rifa’i.

Bagi mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur ini, posisi para wartawan sangat penting dalam memberitakan kemajuan sebuah insitusi, terlebih lagi penegak hukum.


“Bagi Polda Kalsel, tanpa wartawan seperti sayur tanpa garam. Jadi, tanpa wartawan, kami bekerja juga tak jadi apa-apa,” kata Rachmat Mulyana. Hingga akhirnya, masalah itu pun selesai, seiring dengan Harbot meminta maaf secara terbuka kepada kalangan wartawan atas tindakannya. (han)