RSUD Langsa Diterpa Kabar Burung Soal Pemotongan Gaji


Langsa, PenaOne - Niat ingin membenahi manajemen tidak semulus apa yang di bayangkan. Hal itulah yang di alami manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa, provinsi Aceh.

Disaat Rumah sakit plat merah itu  sedang melakukan pembenahan, muncul gelombang-gelombang yang terkesan di ciptakan oleh orang-orang yang haus kekuasaan.

Bidikan-bidikan negatif, terus di munculkan, dengan menumbalkan oknum pegawai honor di lingkungan rumah sakit regional tersebut.

Hal itu di ketahui saat sejumlah perwakilan Gerakan Nasional Perawat Honor Indonesia (GNPHI) didampingi Pengurus Komisariat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) RSUD Langsa, bertemu dengan Direktur RSUD, di ruang rapat rumah sakit itu Kamis (15/03/2018).

Menurut, Ketua GNPHI Jafar Faisal, tidak pemotongan gaji bulan Oktober dan November. Kami punya print out pembayaran secara payrol ke bank dan bukti pembayaran keuangan dari RS, serta SMS Banking yang kami terima.

"Terkait jasa poding yang belum dibayar itu benar, dan kami memaklumi permasalahan yang menyebabkan penundaan dalam pembayaran, karena mash dalam pemeriksaan inspektorat Kota Langsa," ujarnya.

Lebih lanjut Faisal menambahkan, saat ini manajemen RSUD Langsa sudah lebih baik dari sebelumnya, terkait mutasi kepala ruangan yang diisukan, kami memaklumi karena hal itu merupakan kebijakan direktur selaku pimpinan. "Dan kepala ruangan yang kinerja dan loyalitas baikterhadap rumah sakit tetap dipertahankan," sebutnya.

Kami tegaskan, kata Jakfar Faisal lagi, isu isu berita yang mengatasnamakan tenaga honor dan kontrak khususnya perawat, hal itu tidak benar alias hoax, "pungkasnya.

Sementara Direktur RSUD Langsa, dr. Fardhiyani, menyebutkan dirinya sangat menyayangkan dengan munculnya sejumlah hoax tentang rumah sakit itu.

Salah satu hoax, menurut dokter Fardhiyani, terkait pemotongan uang, itu jelas berita bohong yang diarahkan padanya.

"Tidak mungkin ada pemotongan, karena kita tida membayar uang kes tunai, semua kita transfer melalui rekening, dari mana ada pemotongan," sebutnya.

Masih menurut dr. Fardhiyani, pihaknya sudah bekerja sesuai SOP, semua informasi yang nersifat publik, sudah bisa diakses sudah website, tidak ada yang ditutup tutupi.

"Kita terus bangun sinergisitas antara semua pihak dengan manajemen RSUD Langsa," tambanya.

Target saya, kata dr. Fardhiyani lagi, untuk membawa akretasi rumah sakit ini, saya hanya mengantar rumah sakit ini akretasi, begitu dapat akretasi maka selesailah tugas saya. Untuk itu, mengharapkan pada setiap kepala ruangan untuk bekerja maksimal, sesuai dengan SOP yang ada.

Masih kata dr. Fardhiyani, untuk uang Foding perlu di telaah kembali. Terkait dengan uang jasa, bukan di potong, tapi klaim kita yang di potong oleh BPJS. Jasa ada standar maksimal dan mininal sesuai dengan kemampuan rumah sakit.

"Saya tidak ada kepentingan di sini, murni untuk memperbaiki kinerja rumah sakit," pungkasnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua PPNI Komisariat RSUD Langsa Ns. Iskandar S.Kep, Sekretaris Komisariat PPNI RSUD Langsa, Ns. Adhen Maulana. (abu/gun)