95 Nelayan Ikuti Diklat BST Kemenhub di Tegal


Tegal, PenaOne - Sebanyak 95 nelayan mengkuti pendidikan dan pelatihan (Diklat)  Basic Safety Training (BST) Basic Safety Training (BST) kapal ikan, KLM dan kapal tradisional di Kota Tegal, Jawa Tengah Rabu (25/4/2018).

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi insipirasi untuk para nelayan di daerah lain untuk mengikuti Diklat serupa. Demikian dikatakan Direktur Perkapalan dan Kelauatan (DITKAPEL) Kementerian Perhubungan (Kemenhub)  saat meninjau Diklat BST di Kota Tegal.

Menurut Junaidi, Diklat BST ini akan berlangsung selama tiga hari. Selama mengikuti Diklat pesreta akan diberikan pelatihn baik teori maupun praktek.

"Setelah mengikuti Diklat peserta akan diberikan sertifikat pelaut, buku laut dan sebagainya. Jadi mereka sudah bisa melaut secara resmi," ujarnya.

Sebanyak 95 nelayan sedang mengikuti Diklat BST di Kota Tegal, Jawa Tengah Rabu (25/4/2018).
Ditempat yang sama Ketua Lembaga Kelautan dan Perikanan Indonesia (LKPI) provinsi Jawa Tengah, Purwadi didampingi Ketua Paguyuban Nelayan Lancar (Nalar) Tegal Muji Wahyudi menjelaskan, saat ini di Jateng ada sekitar 200 ribu nelayan.

"Dari jumlah itu hanya sekitar 4.000 nelayan yang sudah memilki sertifikat untuk melaut," jelasnya.

Sertifikat melaut ini lanjut Purwadi, jika di darat kita ibaratkan KTP atau SIM. Jadi seritifikat ini wajib dimiliki oleh seseorang yang akan melaut.

Selama ini kata Purwadi, untuk mendapatkan ijin melaut susah sekali didapatkan dan mahal harganya.

Tahun ini menurut Purwadi, LKPI provinsi Jateng menargetkan 10.000 nelayan yang mendapatkan sertifikat untuk melaut. Kita berharap kuota ini bisa tercapai sampai akhir tahun ini.

"Dalam waktu dekat ini kita akan mengadakan Diklat BST di Kabupaten Batang dan sekitarnya," demikian Purwadi menjelaskan. (jan/asn)