Aktivis '98 Sesalkan Larangan Pemutaran Film Tan Malaka


Jakarta, PenaOne - Intimidasi pemutaran film Maha Guru Tan Malaka di Padang, Sumatera Barat menuai kecaman. Pelarangan pemutaran film itu dianggap sebuah pengekangan kreatifitas anak bangsa.

"Patut kita sesalkan pelarangan ini. Orang sekitar Presiden Joko Widodo alias Jokowi berusaha memisahkan Jokowi dengan akar sejarah republik ini," kata aktivis mahasiswa '98 Peri Rinandar Minggu (22/4/2018).

Menurutnya, hal ini bisa membuat Jokowi diujung tanduk demokrasi. Dirinya menduga, ada skenario yang ingin membuat Jokowi seolah anti demokrasi, anti kreatifitas bahkan ahistory.

"Ini era reformasi dan demokrasi, masak segala sesuatu yang berkaitan dengan Tan Malaka dilarang," ujarnya.

Dirinya menyarankan orang dilingkaran Jokowi lebih terbuka dan tidak mengekang bentuk kreatifitas anak bangsa yang tidak merugikan negara. Sehingga, akibatnya, malah membelunggu Jokowi sendiri.

"Janganlah orang di seputaran Jokowi memberikan masukan yang tidak benar. Sehingga membuat Jokowi 'terperangkap' dalam ketidak tahuan. Film ini sudah diputar dimana-mana. Kan aneh ketika mau di putar di tanah leluhurnya malah dilarang," pungkas Peri Rinandar.

Sabtu, 21 April 2018, kemarin rencananya akan digelar Pemutaran film Maha Guru Tan Malaka di Padang, Sumatera Barat. Namun acara itubterpaksa dibatalkan.

Daniel Rudi Haryanto, sang sutradara, menyebut pembatalan itu karena adanya intimidasi dari pihak tertentu. Daniel menganggap pelarangan ini sebagai sebuah ironi karena Sumatera Barat merupakan tempat kelahiran Tan Malaka. (han/arif)