Aktivis 98 Tolak Amien Rais jadi Bapak Reformasi



Wahab Talaohu
Jakarta, PenaOne - Aktivis mahasiswa 1998 menolak rencana pemberian gelar kepada Amien Rais sebagai bapak reformasi yang mau di lakukan oleh BEM UI, BEM SI, BEM NUS.

"Adik-adik ini harus banyak belajar dan cari tau dulu seperti sejarah pergerakan 98, jangan dapat info yang tidak benar," kata aktivis mahasiswa 1998 Wahab Talaohu dalam siaran pers yang diterima Redaksi PenaOne.com Rabu (18/4/2018).

Menurut Wahab, Amien Rais tidak pantas menerima gelar itu karena tidak terjun langsung saat peristiwa Mei 1998.

"Selama ini masyarakat tahunya pergerakan 1998 itu dimotori oleh Amien Rais. Itu hal yang keliru," tegasnya.

Masih menurutnya, pergerakan Mei 98 murni gerakan mahasiswa yang ingin menurunkan  presiden Soeharto saat itu yang sudah 32 tahun berkuasa. "Jadi siapa Amien Rais. Dia tidak terlibat dilapangan dalam aksi itu," ungkapnya.

Selebaran pemberian gelar bapak reformasi yang akan diberikan kepada Amien Rais tersebar di What Apps
Pendiri Forkot dan Famred ini menegaskan, jika dirinya menolak secara tegas Amien sebagai bapak reformasi.

Dirinya mengaku memang sudah mendengar adanya upaya sejumlah kelompok yang akan memberikan penghargaan kepada Amien Rais tapi memanfaatkan adik adik mahasiswa yg buta akan  sejarah 1998.

"Namun kami menghimbau kepada pihak-pihak yang akan memberikan gelar agar mengurungkan niatnya," ujar Wahab tegas.

Dirinya menambahkan menolak Amien Rais sebagai bapak Reformasi karena:

Pertama, Amien tidak terlibat secara total dalam gerakan reformasi 1998, karena Amien hanya terlibat dalam gerakan pemaklzulan Soeharto.

Kedua, Amien Rais kami tolak sebagai bapak Reformasi karena beliau mendukung Habibie pasca jatuhnya Suharto padahal gerakan reformasi artinya gerakan menolak rezim orde baru (Suharto - Habibie) sebagai paket dari sebuah sistim yang sangat korup, sistim yang menindas yang harus ditolak.

Ketiga, saat gerakan reformasi diperjuangkan kami dihadapkan dengan Pam Swakarsa (sipil yang dipersenjatai) Amien tidak membela kami justru diam ketika terjadi kekerasan terhadap mahasiswa pada saat itu.

Empat, Amien waktu menjabat sebagai Ketua MPR beliau juga menolak tragedi kemanusiaan seperti trisakti semanggi1 dan 2 sebagai kejahatan HAM berat maka beliau tidak pantas diberi gelar tokoh Reformasi.

"Padahal tragedi kemanusiaan itulah yang melahirkan reformasi, intinya Amien tidak pernah berdarah darah bahkan kami tolak saat pendudukan DPR/ MPR pada bulan Mei," tuturnya.

Dirinya meminta kepada adik-adik mahasiwa yakni BEM untuk  membatalkan niatnya memberikan gelar bapak reformasi kepada bapak Amin Rais, sebab sesungguhnya  pak Amien rais  bukanlah tokoh reformasi seperti yang dibayangkan oleh adik-adik mahasiswa.

"Saya yakin dan percaya adik-adik mahasiswa ini memiliki keterbatasan referensi sejarah terkait pergerakan 1998 yang menghasilkan yang namanya agenda besar reformasi. Reformasi yang kita nikmati pada saat sekarang adalah hasil dari perjuangan gerakan mahasiswa 1998 dimana dalam memperjuangkan reformasi itu sendiri harus ditebus dengan darah, nyawa dan bahkan terjadi penghilangan terhadapa kawan-kawan mahasiswa 1998 baik di jakarta maupun di daerah," pungkas Wahab. (az/uni)