Dewan Pembina Hanura Harus Sikapi OSO yang Maju DPD

Oesman Sapta Odang
Jakarta, PenaOne - Langkah Ketua umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) yang maju sebagai anggota DPD RI kembali dinilai tidak sejalan dengan semangat partai.

Menurut Kordinator Lingkaran Demokrasi Indonesia (LDI) Mario Pranda, Sabtu (28/4/2018) dalam siaran persnya,  partai politik (parpol) memiliki tugas serta fungsi  rekruitmen dan  pengkaderan.

"Menurut saya keputusan OSO mencalon kan diri sebagai anggota DPD sangat bertolak belakang dengan prinsip dasar partai politik," ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, saat ini kami juga sedang mengkaji dan mempelajari rujukan tentang syarat calon anggota DPD RI UU no 7 tahun 2017 pasal 182 poin 11 yang inti nya semua aparatur, anggota atau badan lembaga yang masih di biayai negara  (APBN) harus mengundurkan diri terlebih dahulu sebelum mencalonkan diri.

Jadi menurutnya, jika ingin mencalonkan diri menjadi anggota DPD RI terlebih dahulu harus mengundurkan diri dari jabatan saat ini sebagai Ketua DPD RI.

"Kita ketahui dalam tugas serta fungsi sebagai Ketua umum yang bertanggung jawab dalam AD ART partai Hanura  Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat partai Hanura bertanggung jawab dalam mengambil kebijakan dan keputusan yang bersifat strategis dalam kondisi tertentu untuk penyelamatan partai khususnya dalam mengikuti dan pemenangan tahapan Pemilu Legislatif maupun Pemilu Presiden dan Wakil Presiden," tuturnya.

Atas pertimbangan hal-hal diatas Dewan Kehormatan serta Dewan Pembina Partai Hanura segera mengambil sikap tegas atas langkah yang di ambil oleh OSO selaku Ketua Umum Partai.

"Terlebih  hasil survey terkini partai Hanura masih di posisi  belum aman untuk lolos ke parlemen. Dalam waktu dekat kami akan bersurat KPU RI agar mempertimbangkan penetapan OSO sebagai calon anggota DPD RI 2019-2024," demikian Mario Pranda menjelaskan.  (has/nat)