Ini Pernyataan Lengkap KBRI Tokyo Soal Penolakan Anggota DPRD Yogya

Eko Junor
Jakarta, PenaOne - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, turut meneliti kejadian dimana Warga Negara Indonesia (WNI) atas nama bapak Slamet dengan Paspor Dinas RI tidak diizinkan masuk ke Jepang di Bandara Narita.

Secara teknis, ini disebut “denied entry” (ditolak masuk) sehingga bukan dideportasi karena beliau belum menyeberang gerbang imigrasi untuk masuk ke Jepang.

"Di setiap negara, petugas Imigrasi dan Bea Cukai setempat berhak menolak masuk bagi siapapun yang dianggap tidak layak masuk atau bermaksud masuk namun tidak sesuai dengan dokumen perjalanannya atau isian kedatangan yang dibuatnya," kata Eko Junor Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya (Pensosbud) atau Humas KBRI Tokyo dalam pesan eleķtronik yang dikirimkan ke Redaksi PenaOne.com  Rabu (4/4/2018) langsung dari Tokyo.

Baca: Anggota DPRD Yogya Ditolak Masuk Jepang

Setiap bulan, lanjut dia, puluhan petugas dan pejabat RI masuk dan keluar Jepang dengan Paspor Dinas tanpa masalah, dan kelancaran itu juga yang dialami 4 anggota DPRD lainnya yang satu rombongan dengan Pak Slamet.

Pihak PACTO sebagai tour leader baru melaporkan kepada KBRI Tokyo pada pukul 18.06 waktu setempat meskipun pesawat GA 880 tersebut mendarat di Bandara Narita pada pukul 08.50 waktu Jepang.

"Berdasarkan data yang kami terima dari semua pihak termasuk Imigrasi Jepang maka kesimpulan sementara yang dapat kami ambil adalah bahwa telah terjadi miscommunication di mana petugas Imigrasi Jepang tidak dapat memahami tujuan Pak Slamet melakukan perjalanan di Jepang menggunakan Paspor Dinas RI. Para turis Tanah Air yang berlibur di Jepang pun sesekali mengalami kendala Bahasa," ujarnya.

Baca: Ini Kata Ketua DPRD Yogya Soal Kasus Penolakan Slamet di Bandara Jepang

Menurutnya, KBRI Tokyo senantiasa melayani kepentingan Pemerintah RI dan masyarakat Indonesia di Jepang. Untuk itu KBRI Tokyo telah memiliki “app” online bernama SAKURA INDONESIA di mana WNI dapat melakukan kontak dengan petugas KBRI Tokyo melalui hotline 24 jam. (Kami pun selalu berkoordinasi dengan Maskapai Garuda Indonesia di Narita, Haneda maupun Osaka agar stafnya dapat membantu menerjemahkan komunikasi jika ada kendala Bahasa di loket Imigrasi).

Baca: KBRI Tokyo Kumpulkan Fakta Soal Penolakan Anggota DPRD Yogya

Selain itu lanjutnya, ketentuan bebas visa untuk masuk ke Jepang hanya berlaku bagi WNI yang telah memiliki e-paspor yang didaftarkan terlebih dahulu pada Kedutaan Jepang di Jakarta maupun kantor Perwakilannya di Indonesia.

"KBRI Tokyo akan menghubungi mitra kerja kami di instansi Jepang terkait agar kesalahan komunikasi seperti ini tidak terulang lagi," pungkas Eko Junor. (gih/tan)