Jokowi akan Berada di Singapura Selama Dua Hari




Singapura, PenaOne - Presiden RI, Joko Widodo dan Ibu Negara bersama sejumlah Menteri Kabinet Kerja menghadiri KTT ASEAN ke-32 di Singapura.

KTT ASEAN diawali rangkaian pertemuan persiapan berula ASEAN Economic Community Council (AEC) yang dihadiri Menteri Perdagangan RI, ASEAN Ministerial Meeting (AMM), Menteri Luar Negeri RI, ASEAN Political Security Community Council (APSC), Menko Polhukam RI dan ASEAN Coordinating Council (ACC).

Disamping itu, pertemuan tingkat Pejabat Senior juga telah diselenggarakan sejak tgl 25 April 2018.

Disamping menghadiri KTT, Presiden RI juga dijadualkan menerima kunjungan kehormatan dari Presiden Myanmar yg baru, H.E. U Win Myint dan melakukan pertemuan bilateral dengan PM Vietnam, H.E.  Mr. Nguyen Xuan Phuc masing-masing tgl 27 April dan 28 April 2018.

Menurut Dubes RI untuk Singapura, Ngurah Swajaya, KTT ke-32 ASEAN kali ini akan menghasilkan tiga dokumen utama, yaitu, ASEAN Leaders’ Vision for a Resilient and Innovative ASEAN, ASEAN Leaders’ Statement on Cyber Security Cooperation dan Concept Note on ASEAN Smart Cities Network”. Dokumen ASEAN tersebut akan memuat komitmen peningkatan kerjasama ASEAN dalam berbagai aspek yang melibatkan ketiga pilar ASEAN yaitu, Politik dan Keamanan, Ekonomi dan Sosial Budaya.

Dubes Ngurah menambahkan, KTT kali ini ASEAN akan difokuskan untuk meningkatkan kerjasama ekonomi dalam kerangka Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), mendorong finalisasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), mendorong inovasi pemanfaatan teknologi serta mempertahankan keamanan dan perdamaian di kawasan. Tema kepemimpinan Singapura di ASEAN adalah “ketahanan dan inovasi/resillience and innivation”.

Menlu RI, Retno Marsudi, yang sudah hadir untuk memimpin Delegasi RI dalam ASEAN Ministerial Meeting (AMM) juga akan mendorong disepakatinya gagasan Indonesia mengenai pengembangan arsitektur kawasan yg baru dalam kerangka Indo-Pacific yg akan dikembangkan menjadi gagasan ASEAN sejalan dengan semangat sentralitas dan kohesivitas ASEAN. (hil/uni)