Kemenlu Harus Protes ke Jepang!


Jakarta, PenaOne - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) diharapkan segera memprotes kelakuan negara Jepang.

Permintaan itu disampaikan sebagai buntut dari penolakan petugas imigrasi Jepang terhadap anggota komisi A DPRD Provinsi Daerah Isitewa Yogyakarta (DIY) Slamet saat tiba di bandara Narita, Jepang 3 April lalu.

Anggota Komisi I DPR RI Saiful Bahri Anshori meminta Kemenlu lebih meningkatkan diplomasinya ke Jepang.

"Kemenlu harus protes kenapa warga Indonesia ditolak masuk Jepang tanpa alasan yang jelas. Kalau hanya alasan bahasa saya fikir itu alasan yang mengada-ada," katanya dalam pesan elektronik ke Redaksi PenaOne.com Jum'at Jum'at (6/4/2018).

Dirinya menyesalkan aksi penolakan terhadap anggota DPRD provinsi tersebut, maka itu Kemenlu harus mengeluarkan protes ke Jepang secepatnya.

"Kalau pakai pasport dinas aja diperlakukan atau ditolak apa lagi kalau warga negara Indonesia yang menggunakan pasport biasa," tegas politisi dari Partai Kebangkita Bangsa (PKB) ini.

Slamet, datang ke Jepang bersama 4 anggota DPRD provinsi DIY lainnya dalam rangka melakukan pendampingan Pemerintah Propinsi DIY untuk kegiatan di Jepang dari tanggal 2 April-8 April 2018.

Dirinya pergi bersama Suparjo (NasDem), Hamam M (PAN), Zuhrif H (PKS) dan Dwi DB (PDI Perjuangan).

Kata Slamet, seluruh dokumen perjalanan berupa paspor biru sudah disiapkan oleh Sekwan DPRD DIY. "Saat itu kami berlima di handel oleh biro perjalanan PACTO," ujarnya.

Selanjutnya, pada tanggal 2 April kami berangkat dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta ke Denpasar Bali connekting Bandara Narita Jepang, dengan pesawat Garuda nomor GA 254 pukul 20.25  dan GA 880 pukul 00.15.

Tanggal 3 April 2018 kami mendarat di Bandara Narita Tokyo sekitar jam 08.00 waktu setempat. Perjalanan dari Indonesia-Jepang berlancar.

Saat itu, masalah mulai timbul ketika kami mau keluar di Bandara Narita bagian Imigrasi. Saya ditanyakan visa kunjungan. Saya kaget karena sepengetahuan kami paspor biru itu bebas visa, tapi petugas tetap gak boleh keluar tanpa visa. (har/guh)