Sering Masturbasi Bisa Bikin Bego?


PENIKMAT masturbasi secara berlebihan sering kali disebut “bego”. Ketahui apa yang mendasarinya.

Masturbasi merupakan bentuk pemuasan kebutuhan seksual yang dilakukan oleh diri sendiri. Hal ini dilakukan sampai orang yang bersangkutan mencapai tingkat klimaks alias orgasme. Hingga kini, perbincangan yang berkaitan dengan masturbasi  termasuk dari segi kesehatan  masih menjadi kontroversi.

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, onani atau masturbasi merupakan suatu perangsangan seksual pada alat kelamin, yang sengaja dilakukan untuk mendapatkan kepuasan seksual. Efek dari kebiasaan masturbasi lebih condong kepada masalah psikis. Dalam pikiran pelaku biasanya akan timbul keinginan terus-menerus untuk melakukan masturbasi.

Di sisi lain, sejumlah seksolog sepakat bahwa masturbasi tidak merugikan kesehatan. Bahkan ada anjuran untuk melakukan masturbasi setidaknya dua kali seminggu. 

Namun, ketika masturbasi dilakukan terlalu sering, bisa berpotensi terjadinya luka lecet pada daerah sekitar pangkal paha dan kelamin.

Dampak masturbasi pada fisik
Tak hanya pada pria, wanita juga memiliki kebutuhan yang berhubungan dengan seksualitas. 

Namun, hingga kini, khususnya dalam budaya Timur, masturbasi lebih identik dengan dengan kaum pria.

Kebiasaan masturbasi sering dikaitkan dengan kemampuan ereksi dan ejakulasi pada pria. 

Padahal, bila masturbasi dilakukan dengan tepat, aktivitas ini dapat melatih seseorang dalam mengendalikan sensitivitas dan penerimaannya terhadap rangsangan seksual. Yang dimaksud dengan tepat dalam hal ini adalah memanfaatkan rangsangan secara perlahan dan tidak terburu-buru dalam mencapai orgasme. 

Dengan demikian, individu tersebut dapat berlatih memperlambat waktu penetrasi, sebagai persiapan dalam aktivitas seksual yang sesungguhnya.

Namun, seperti halnya kebiasaan lain, masturbasi yang berlebihan bisa mendatangkan dampak yang tak diinginkan. Jika dilakukan terlalu keras dan terlalu sering dapat mengakibatkan iritasi pada kulit penis. Pada kasus-kasus tertentu, bahkan dapat menyebabkan fraktur penis alias penis patah. 

Kondisi ini ditandai dengan robekan pada tunika albuginea penis. Hal ini terjadi jika penis yang ereksi menghantam objek yang keras atau menghadap ke bawah.
Masturbasi memengaruhi mental?

Hal-hal di atas merupakan dampak masturbasi yang berkenaan dengan fisik. Lantas, bagaimana dengan kondisi mental dan kejiwaan seseorang yang suka masturbasi?

Mereka yang terlalu sering masturbasi dapat mengalami perubahan pola tidur, stres, gangguan panik, kecemasan, badan lemas hingga kurang konsentrasi. Kondisi psikis ini  dapat menyebabkan disfungsi ereksi dan impotensi. Bagi Anda yang sudah memiliki pasangan, masturbasi yang berlebihan justru dapat menghilangkan kepuasan dalam berhubungan seks.

Gangguan psikis yang dialami oleh mereka yang sering melakukan masturbasi akan berakibat pada lambatnya cara berpikir dan memutuskan sesuatu. Oleh karena itu, penikmat masturbasi secara berlebihan sering kali disebut “bego” alias kemampuan kognitif yang berkurang hingga membuat mereka tampak bodoh.

Kiat mengelola hasrat masturbasi

Masturbasi disebut wajar bila dilakukan dalam taraf yang pas, tapi berlebihan jika kelewat batas. Menurut dr. Vita, ada sejumlah hal yang dapat dilakukan guna mengelola serta menahan hasrat masturbasi sebagai berikut.

“Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengalihkan keinginan melakukan masturbasi adalah dengan melakukan hal-hal yang lebih positif seperti dengan berolahraga, melakukan hobi yang Anda suka, berpuasa, beribadah, dan lain-lain. Sebisa mungkin hindari hal-hal yang dapat memicu Anda untuk melakukan masturbasi,” ujarnya seperti dikutip klikdokter.com.

Masturbasi yang berlebihan dapat mengganggu kemampuan nalar dan cara pikir. Jika Anda memiliki kebiasaan ini, kurangilah. Dan apabila diperlukan, berkonsultasilah dengan dokter atau psikolog agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. (ambar)