Tari Saman Hingga Onde-ondel Manggung di Mesir


Cairo, PenaOne - Kedutaan Besar RI Cairo mengenalkan kekayaan budaya bangsa Indonesia dan promosi perdagangan serta pariwisata nasional dengan cara menggelar pertunjukan seni-budaya Indonesia, yang kali ini dihelat  di kota Damanhur, Provinsi el-Buhairah-Mesir Kamis (19/4/2018).

Kegiatan tersebut  bertajuk “Hari Indonesia-Mesir” yang diisi dengan rangkaian acara: pameran produk kerajinan Indonesia-Mesir, promosi turisme dan puncaknya diisi dengan penampilan seni-budaya Indonesia-Mesir.

Di antara kesenian Indonesia yang ditampilkan adalah: tari Rafai Geleng, tari Saman, dangdut-angklung, tari ondel-ondel dan Seni Bela Diri Tapak Suci Putera Muhammadiyah Mesir. Adapun kesenian Mesir yang ditampilkan antara lain: tarian sufi tannurah, tarian arusy bahr abyadh, tarian “tanpa kata”, serta beberapa tarian tradisional lainnya.

Selain dihadiri pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum di kota Damanhur, acara ini dihadiri pula oleh para pejabat provinsi El-Buhaira, antara lain: Gubernur el-Buhairah (Ir. Nadia Abduh), Rektor Universitas Damanhur (Prof. Dr. Abid Abdul Athi Salih) dan Direktur Perpustakaan Umum Mesir kota Damanhur (Ahmad Shabri al-Hawamisyi).

Foto. dok KBRI Cairo
Pada sambutannya, Duta Besar RI Cairo, Helmy Fauzy, secara singkat menjelaskan soal kekayaan budaya Indonesia.

Menurutnya, Indonesia terletak di Asia Tenggara dan terdiri dari 17.000 pulau serta memiliki lebih dari 300 suku bangsa dan lebih dari 600 bahasa daerah.

Setiap suku bangsa Indonesia, memiliki seni-budaya masing-masing yang snagat khas, baik berupa tarian, alat musik, lagu maupun unsur-unsur kebudayaan lainnya, ucap Duta Besar yang diiringi riuh tepuk tangan para penonton.

Helmy Fauzy juga menjelaskan,  Indonesia-Mesir memiliki hubungan diplomatik sejak 71 tahun lalu. Meski demikian, hubungan Indonesia-Mesir telah terjalin jauh sebelum kemerdekaan dan telah berlangsung beratus-ratus tahun lalu.

Gubernur Provinsi Buhairah menjelaskan, kegiatan pentas seni dan pameran ini menunjukkan kuatnya huhungan antara Indonesia-Mesir.

“Ke depan, hubungan tersebut harus terus dikembangkan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, ekonomi dan investasi,” ucap Nadia yang merupakan Gubernur pertama wanita di Mesir ini.