Ternyata, GACD Pernah Minta Novel Bawedan Dipecat dari KPK

Novel Baswedan
Jakarta, PenaOne - Novel Baswedan ternyata sudah pernah diminta agar dipecat sebagai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh LSM Goverment Againts Corruption and Discrimination (GACD) tahun 2017 lalu.

Novel, yang mengalami penyiraman air keras dimukanya pada tanggal 11 April 2017  usai menjalankan sholat subuh di majid dekat rumahnya itu "dibidik" Andar Situmorang yang tercacat sebagai Direktur Eksekutif GACD.

Kepada wartawan Jum'at (13/4/2018) Andar menyebut pernah meminta KPK agar memecat  Novel Baswedan dari penyidik.

Surat LSM GACD yang pernah dikirimkan ke KPK dan Bareskrim
"Kami pernah mengirimkan surat ke  Bareskrim Polri dan KPK meminta agar memecat Novel Baswedan," kata Andar.

Suratnya itu, lanjut Andar, sudah diterima KPK dan Bareskrim Polri, Rabu (25/10/17).

Saat itu menurut Andar, dirinya juga mempermasalahkan proses hukum terhadap Johan Budi dan Chandra Marta Hamzah.

Berikut tiga point, isi surat LSM GACD nomor 25/GACD/X/2017  tanggal 25 Oktober 2017 yang ditandatangi Andar Situmorang yang dikirimkan ke Bareskrim Polri dan KPK:

Dimohon demi kepastian hukum kepada KAPOLRI Cq KABARESKRIM dan 5 KOMISIONER KPK agar menetapkan hal berikut:

1. Melanjutkan penyidikan Laporan Polisi No Pol .LP/801/X/2012/Baresknm tanggal 10 Oktober 2012. Kejahatan Jabatan Pasal 421 KUHP. pelapor meminta di bebaskan nama ke 5 Komrsioner KPK periode lalu a.n 1. Abamam Samad. 2. Bambang Wijoyanto. 3 Busro Muqodas, 4. Adnan Pandu Prasa. 5. Zulkarnaen. Sengaja lakukan tidak memeriksa perkara aduan KPK No 2911-08-000123. Melanjutkan penyidikan terhadap tersangka a.n NOVEL penyidik KPK sengaja tidak cantumkan identitasnya hanya menulis NOVEL pada BA .tanda terima. surat terkait perkara ditanganinya. selaku penyidik Anggota Polri. tidak cantumkan Pangkat, Jabatan dan NRP terlampir contoh BA oleh Penyidik PNS Direktorat Pajak sehingga cacat hukum perkaranya berakibat harus dibebaskan para tersangka/terpidana dari penahanan Rutan atau Lapas sebaliknya NOVEL mempeti eskan perkara suap Rp 3 miliar tersangka JONY ALEN MARBUN Anggota Banggar DPR terbukti perkaranya hingga saat ini belum di Sidangkan KPK sementara 3 terpidana suap lainya sudah bebas dari Lapas. Sebaliknya diakui Resco bahwa Joni Allen mengaku dirinya sukses menyuap penyidik Rp 3 miliar dan uang hasil korupsinya disimpan direkening dolar US istrinya a.n Maria Tiurma Silalahi PNS di Kebun Margasatwa Ragunan atas nama Sahat VP Silalahi PNS di Telkom Jember. puluhan milyar beli borong saham Krakatau Steel, saham Garuda Indonesia. asset tanah untuk pemakaman di Pondok Rangon Dan POM Bensin di Samosir.

2. Demi Kepastian Hukum diminta Bareskrim Polri melanjutkan penyidikan perkara Laporan Polisi Nomor TBL/167/II/2015/Bareskrim tanggal 10 Februari 2015 dimaksud Pasal 421 KUHPi Jo. Pasal 36 37 diancam pidana pasal 65 66 dan pasal 67 UU No 30 Tahun 2002 tentang KPK Kejahatan Jabatan dilakukan a.n Chandra M Hamzah dan Johan Budi Sapto Pribowo pegawai KPK mengaku bertemu Anggota DPR an Muhamad Nazarudin.


3. Demi Hukum diminta kepada ke 5 Komisioner KPK agar segera melimpahkan berkas perkara suap tersangka Joni Allen Marbun selaku otak ciptakan proyek stimulus pembangunan infrastruktur pelabuhan dan bandara di Idonesia Timur dan diminta Komsioner KPK berani tegas menindak perbuatan si NOVEL statusnya masih anggota POLRI namun lecehkan Institusinya POLRI. yakni menetapkan dan menyatakan KPK MEMECAT SECARA TIDAK HORMAT an NOVEL BASWEDAN DARI PEGAWAI KPK terhitung pada November 2017. (tan/anis)