IPW: Jaktim, Depok dan Tangsel Perlu Diwaspadai Polisi dari Teroris


Jakarta, PenaOne - Indonesia Police Watch (IPW) berharap wilayah DKI Jakarta sepertinya wilayah Depok, Jakarta Timur dan Tangerang Selatan (Tangsel) perlu diantisipasi maksimal agar kepolisian tidak kebobolan dalam menghadapi manuver jaringan teroris

Disamping itu, jajaran kepolisian perlu mendeteksi dini dan mengantisipasi serta melakukan pagar betis menjelang sidang tokoh teroris Aman Abdurrahman di PN Jaksel yang rencananya berlangsung Jumat mendatang.

Antisipasi maksimal ini perlu dilakukan agar tidak ada celah bagi teroris untuk melakukan serangan balas dendam saat sidang tokoh JAD tersebut.

"Status Siaga 1 yang dikeluarkan Polri adalah bentuk keseriusan untuk mengantisipasi situasi, apalagi wilayah Jabodetabek adalah barometer keamanan di negeri ini yang perlu benar2 dijaga kondusifitasn ya," ujar Ketua IPW Neta S Pane Selasa dalam rilisnya Selasa (15/5/2018).

Dari data IPW menyebutkan, lanjut Neta sidang tuntutan terhadap Aman Abdurahman semula berlangsung Jumat 11 Mei lalu. Tapi ditunda akibat ada kerusuhan di Rutan Brimob. Bagaimana pun Polri perlu mencermati dan mengantisipasinya mengingat serangan berturut turut di Surabaya kemarin dilakukan teroris jaringan JAD Jawa Timur.

Memang sejak munculnya serangan teror itu Polri sudah bergerak cepat melakukan penggerebekan di berbagai kantong terorisme dan polisi juga melakukan berbagai penangkapan.

"Tapi info yang diperoleh IPW mengungkapkan, pergerakan para teroris yang berasal dari jaringan yang semula tidur masih terjadi. Pergerakannya makin agresif pasca rentetan teror bom di Surabaya dan menjelang sidang tuntutan aman abdurrahman. Para teroris itu seakan mendapat support moral pasca teror bom di Surabaya," jelasnya.

IPW berharap masyarakat memberikan support kepada kepolisian yang sedang bekerja keras menumpas pergerakan jaringan teroris ini, dengan cara memberikan informasi jika melihat hal hal mencurigakan.

"Sehingga dalam menghadapi bulan ramadhan dan idul Fitri masyarakat bisa merasa aman," pungkas Neta. (jun/habi)