Premium Kosong, Legislator Asal Kalsel: Ada Apa Ini


Banjarmasin, PenaOne -  Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium atau bensin di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi perhatian serius Lembaga Kerukunan Masyarakat Kalimantan (LEKEM KALIMANTAN).

Keseriusan lembaga tersebut dalam mengharapkan pasokan BBM jenis premiun terpenuhi membuat TIM LEKEM KALIMANTAN melakukan investigasi ke beberapa SPBU di Kalsel selama 2 hari Senin-Selasa, (14-15) Mei 2018 lalu.

Lebih dari sepuluh buah SPBU di Kalsel ternyata BBM jenis premium atau bensin mengalami kekosongan.

"Sepuluh SPBU hanya ada menjual pertalite dan pertamax. Bensin kosong," kata Direktur Eksekutif  LEKEM KALIMANTAN Aspihani Ideris, Kamis (17/5/2018) di Banjarmasin.


Aspihani menjelaskan, kelangkaan BBM jenis premium atau bensin ini jelas sangat merugikan masyarakat terutama yang hidup pas-pasan. Dampaknya masyarakat terpaksa membeli bahan bakar non subsidi berjenis pertalite atau pertamax.


Wakil Sekretaris Jendral LEKEM KALIMANTAN, Akhmad Husaini membenarkan pihaknya telah melakukan investigasi kebeberapa SPBU di Kalsel.

Menurut Husaini yang juga merupakan Ketua LSM KAKI Kalsel, investigasi tim LEKEM KALIMANTAN ke wilayah Tanah Laut, Banjarbaru dan mengarah ke Hulu Sungai di temukan puluhan titik SPBU hanya menjual BBM berjenis pertalite dan pertamax saja.

"Kami dalam waktu dekat akan melaksanakan aksi di PT Pertamina Jakarta dan menyampaikan BBM jenis premiun di Kalsel selalu kosong. Pertamina merupakan institusi yang paling bertanggung jawab atas langkanya bensin di Kalsel ini," tegas Husaini.

Husaini berharap Pertamina juga melakukan pengawasan disetiap SPBU, sehingga mengetahui apa penyebab terjadinya kelangkaan BBM jenis premium tersebut.

Anggota Komisi VII DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalsel, Dardiansyah ketika diminta tanggapannya mengaku  kaget BBM jenis premiun di Kalsel selaku kosong. Menurutnya, minyak ini paling banyak dibutuhkan oleh masyarakat, terutama bagi masyarakat kecil yang tergolong ekonomi lemah.

Politisi PDI Perjuangan menambahkan, Komisi VII DPR-RI hampir setiap minggu melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Pertamina. Namun, menurut Pertamina peruntukan BBM untuk wilayah Kalsel sangat cukup.

"Faktanya kelangkaan terus terjadi sebagaimana laporan dari LSM LEKEM KALIMANTAN, ada apa ini,” ujarnya Dardi panggilan akrabnya dalam keseharian. (asp/gus)