Ini Alasan Jujur Panitia Soal Pindahnya Lokasi Rembuk Nasional

Foto dok Panitia Rembuk Nasional
Jakarta, PenaOne - Kurang dari sepekan Rembuk Nasional aktivis 98 yang sedianya bakal digelar di Lapangan Monumen Nasional (Monas) Sabtu 7 Juli 2018 mendadak di geser ke kawasan JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat

Ada apa sebenarnya yang melatarbelakangi sehingga panitia Rembuk Nasional memutuskan acara itu berpindah tempat.

Berikut pengakuan jujur Ketua Panitia Pelaksana Rembuk Nasional aktivis 98 Sayed Junaidi Rizaldi alias Pak Cik:

Perpindahan tempat Rembuk Nasional ke Kemayoran terlalu mendadak?

Tidak mendadak, kita pindah karena Pemprov DKI Jakarta lambat merespon surat dari panitia Rembuk Nasional. Waktu terus berjalan, tidak mungkin panitia hanya tinggal diam saja.

Kenapa memilih JIEXPO Kemayoran?

Panitia sudah mencari berbagai tempat pengganti selain Monas. Akhirnya, kami putuskan di JIEXPO mengingat massa yang akan datang lebih dari 50 ribu lebih. Tempat di JIEXPO kami pikir lebih realistis dan aman dibandingkan tempat lain.

Sepengetahuan Anda pada saat yang sama Lapangan Monas digunakan untuk apa?

Pada hari Sabtu 7 Juli 2018 di Monas ada itu ada rangkaian kegiatan HUT DKI Jakarta.

Jujur, apakah ada kendala pelaksanaan Rembuk Nasional?

Dari pantia Rembuk Nasional tidak ada kendala apapun. Hanya Monas di pakai rangkaian HUT DKI Jakarta, makanya kita pindah ke JIEXPO Kemayoran.

Apakah presiden Jokowi diundang dalam acara itu?

Tentu,  kita sangat menghormati beliau. sebagai Kepala Negara Presiden Joko Widodo atau Jokowi diundang kami dalam acara itu. Insya Allah Presiden akan hadir.

Selain Presiden siapa saja yang akan diundang?

Kami mengundang ormas dari lintas agama, LSM, para pejabat lembaga negara, Ketua umum Partai Politik (Parpol) baik yang pro pemerintah maupun yang oposisi.

Selain, Presiden, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Ketua Agus Rahardjo juga kita undang kok.

Apakah Prabowo Soebianto juga akan diundang?

Oh tentu, Prabowo Subianto selaku ketua umum partai Gerindra kami undang. Semua Ketua umum parpol, seperti Oesman Sapta Odang (Hanura), Airlangga Hartarto (Golkar), Yusril Ihza Mahendra (PBB), Muhaimin Iskandar (PKB), dan Muhammad Romahurmuziy (PPP), Sohibul Iman (PKS), AM Hendropriyono (PKPI), Hary Tanoesoedibjo (Perindo), dan Grace Natalie (PSI) juga kita undang.

Bagaimana dengan para mantan Presiden apakah diundang juga?

Jelas dong, mantan presiden seperti BJ Habibie, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pasti kita undang.

Selain itu, kami pun mengundang Ketua umum Nahdlatul Ulama, Ketua umum Muhammadiyah, Ketua umum MUI, PGI, Walubi, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia, Front Pembela Islam (FPI).

(sal/tan)