Kades Pacareja Geram Terkait Sumur Bor Wilayu


Gunungkidul, PenaOne - Keluhan Kepala Desa (Kades)  Pacarejo Suhadi terkait persoalan sumber sumur bor Wilayu 1 dan 2 ditanggapi dingin oleh Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani Gunungkidul Isnawan Fibriyanto.

Isnawan saat dikonfirmasi awak media juga menunjukkan sikap acuh tak acuh tidak seperti biasanya. Berulangkali pesan WhatsApp, sms, telpon bahkan minta waktu bertemu untuk  konfirmasi hanya dijawab singkat olehnya.

"Belum bisa jawab baru ngumpulkan informasi," ungkapnya singkat, Selasa, 3/07/2018).

Dirut PDAM Isnawan Wahyudi
Sementara itu, Suhadi selaku Kades Pacarejo Kecamatan Semanu memprihatinkan  pelayanan PDAM Tirta Handayani di wilayahnya terutama di Padukuhan Wilayu, Jasem, Kentheng dan Ngelak. 4 padukuhan tersebut menurutnya,  pasca pihak PDAM menghidupkan sumber sumur bor di Wilayu 1 dan 2 pada awal tahun 2018 lalu justru aliran air yang di terima warga tidak lancar dan sering mati.

Keprihatinan Suhadi bukan tanpa alasan dikarenakan pada saat acara Syawalan yang di selenggarakan salah satu Partai Politik bertempat di desannya, suara-suara sumbang masyarakat terkait keluhan terhadap PDAM banyak dia terima.

Warga bukan hanya menuntut meminta kompensasi tetapi bahkan mengancam akan melakukan demo menggeruduk kantor PDAM Tirta Handayani apabila apa yang menjadi keluhannya tidak mendapat respon PDAM. Namun semua itu atas kearifan Kades, masyarakatnya masih dapat di kendalikan.

"Kita menyadari PDAM sebagi pelayan publik pasti banyak persoalan, namun kita juga menyayangkan saat sumber Wilayu 1 dan 2 dihidupkan kembali,  tidak ada sosialisasi dan pemberitahuan ke pihak desa. Belum ada tanggapan tapi akan saya agendakan ke PDAM," jelasnya.

Terpisah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi, Slamet, S. Pd. MM melihat persoalan yang di hadapi PDAM sebagai pelayan masyarakat menyampaikan, agar PDAM mencari akar permasalahan serta menjelaskan kepada masyarakat sehingga tidak timbul persoalan melebar.

"Ya sebaiknya di komunikasikan, dicari akar masalahnya dalam hal ini  PDAM  harus memberi penjelasan kepada masyarakat dan Kepala Desa mohon pendekatan kepada PDAM agar tahu apa yang terjadi sebenarnya," pungkasnya. (har/tan)