Rembuk Nasional Hasillkan Dukungan Jokowi Dua Periode

Puluhan ribu peserta Rembuk Nasional aktivis 98 di Kemayoran Sabtu (7/7/2018)
Jakarta, PenaOne - Rembuk Nasional aktivis 98 menelurkan beberapa rekomendasi. Salah satu diantaranya adalah mendukung Presiden Joko Widodo atau Jokowi dua periode dalam Pilpres 2019 nanti.

Aktivis mahasiswa 98 Wahab Talaohu didapuk membacakan hasil keputusan Rembuk Nasional aktivis 98 didepan Jokowi dan pululuhan ribu peserta yang memadati JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat Sabtu (7/7/2018) sore.

Berikut hasil Rembuk Nasional aktivis 98; Pertama, kaki tetap menjaga RI dari ancaman intoleransi, radikalisme, terorisme, dan menolak penggunaan isu SARA dalam praktik politik Indonesia;

Preside Jokowi terlihat menyalami peserta Rembuk Nasional aktivis 98 di Kemayoran Sabtu (7/7/2018)
Dua, melanjutkan perjuangan reformasi '98 untuk melawan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam sendi kehidupan bernegara;

Tiga, menjaga demokrasi yang sudah terbuka saat ini yang merupakan buah perjuangan reformasi 1998 dari setiap ancaman otoritarianisme dan militerisme. Serta terus mendorong demokrasi politik dan demokrasi ekonomi agar menghasilkan masyarakat yang adil dan makmur;

Empat, memperjuangkan penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM dan mengusulkan penetapan aktivis mahasiswa yang menjadi korban peristiwa Semanggi, Trisakti, dan lain-lain sebagai pahlawan nasional;

Lima, mengusulkan kepada pemerintah menetapkan 7 Juli sebagai Hari Bhinneka Tunggal Ika;

Enam, mendukung penuh Ir Joko Widodo sebagai calon presiden periode 2019-2024. Karena kita semua yakin bahwa Jokowi memiliki kemampuan untuk mewujudkan cita-cita reformasi 1998. Kenapa, karena Jokowi tidak punya kejahatan ekonomi, tidak punya kejahatan politik, dan tidak punya kejahatan kemanusiaan;

Tujuh, terkait hal-hal itu dan sebagai pertanggungjawaban negara, maka kami aktivis '98 menyatakan siap untuk turut serta memimpin dan mengemban tugas negara bersama Pak Jokowi.

Dalam sambutan pidatonya, Jokowi meanggapi usulan mengenai tanggal 7 Juli yang akan dijadikan sebagai Hari Bhinneka Tunggal Ika dan aktivis mahasiswa 98 yang meningggal untuk dijadikan Pahlawan Nasional.

"Kita akan kaji semua itu sesuai peraturan yang ada. Akan kita putuskan secepatnya," pungkas Jokowi. (sur/tan)