Aznil Mengaku Diteror Lagi

Koordinator Nasional Poros Benhil Aznil Tan
Jakarta, PenaOne - Aznil, aktivis mahasiswa 98 yang getol mendukung Presiden Joko Widodo alias Jokowi dalam Pilpres 2019 mengaku mendapat teror oleh orang tak dikenal di jalanan.

Pada 21 Maret 2017 Aznil juga sempat ditusuk usai melakukan sholat Isya berjamaah di Masjid Raya Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Kabarnya, saat itu Aznil ditusuk oleh Idham Firmantara, karena diduga sikap politiknya berseberangan dengan pelaku dalam Pilkada DKI Jakarta. Aznil, yang selama ini tinggal di Jakarta secara terang-terangan mendukung calon Gubernur DKI Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok saat Pilkada berlangsung.

Akibat luka robek diperut yang dialaminya, Aznil sempat mendapat perawatan di salah satu Rumah Sakit (RS) di Sumatera Barat.

Aznil yang kini menjadi Ketua umum Merdeka 100 % (Derap 100%) dan Koordinator Nasional Poros Benhil menceritakan kronologis teror yang dialaminya Selasa (21/8/2018).

Berikut kronologis teror yang dialami Aznil:

14.30 WIB : Saya yang berada di lantai 1 Sekber  POROS BENHIL  Jl. Danau Toba Pav 145 Bendungan Hilir Jakarta Pusat melihat mobil Avanza berwarna putih plat (B 1972) parkir di trotoar seberang jalan lalu serombongan orang (sekitar 7 orang) berbadan tegap dan brewok berkulit hitam turun dari mobil dan ada sebagian datang dari belakang (bukan mobil yang sama).

14.35 - 14.40 WIB : Dua orang dari mereka menyeberang dan masuk ke Sekber Poros Benhil dan membuka pintu pagar dan sebagian dari mereka menunggu di mobil.  Saya dari dalam melihat orang tak dikenal tersebut lalu keluar menemui mereka untuk bertanya.

Salah seorang dari mereka berujar ke saya. "Bapak tahu pemilik tempat ini?"

"Bapak Aznil ya? Tanya saya balik.

"Iya" jawavnya.

"Ada perlu apa pak?" tanya saya ramah.

"Silahturahmi saja" jawab orang tersebut.

"Dia lagi keluar pak" jawab saya berbohong karena melihat  gelagat mereka mencurigakan.

"Oo...! Jika ada pesan biar saya sampaikan" ujar saya kembali.

"Jam berapa dia pulang" tanya dia

"Biasanya jam 7 pak" setelah mendapat penjelasan saya lalu mereka keluar.

Saya pun masuk ke dalam kembali.

15.20 WIB : Saya mengeluarkan mobil saya dari teras Sekber Poros Benhil hendak berangkat ke Thamrin City Tanah Abang  untuk menghilangkan kejenuhan.

Di Circle K (tidak jauh dari Sekber) mobil saya dihadang oleh berapa orang berbadan tegap dan brewok. Ada 2 orang berjalan cepat berdiri menghambat mobil saya berlaju pelan  seperti mau menghentikan. Saya kaget dan curiga besar kepada gerombolan  orang yang menghadang mobil itu.

Dalam benak saya terlintas pikiran, mungkin kelompok yang anti kepada gerakan politik dilakukan di Poros Benhil atas pendukungan kepada Jokowi 2 Periode.

Karena orang itu seperti preman dan saya tidak kenal dengan mereka, saya terus melajukan mobil saya. Salah seorang dari mereka (sisi kanan) menghindar cepat dari tubrukan mobil saya. Lalu saya melajukan kencang mobil saya untuk melarikan diri dari gerombolan orang tidak dikenal tersebut.

Dengan was-was saya melajukan mobil lalu saya masuk jalan fly over  Casablanca.

Saya lihat dari kaca spion mobil mereka mengejar saya.

Di jalur kiri mau naik fly over Kampung Melayu mobil saya ti dipalang oleh Avanza putih yang tiba2 menyalip saya. 3 orang turun dari mobil menyuruh saya keluar sambil memukul kaca mobil saya.

Saya memundurin saya lalu mobil di depan mundur juga untuk mempersempit ruang gerak saya.

Karena ada ruang sedikit saya banting stir mobil saya ke kanan dan berhasil lolos dari hadangan mereka.

Di putaran Cipinang saya putar balik arah kembali ke Jalan casablanca.

Ternyata ada satu  lagi mobil Avanza putih plat yang saya ingat plat angka belakang 02 mengejar saya. Orang2 diatas mobil tersebut teriak2 berkata kasar untuk saya berhenti.

Sesampai di Karet saya putar balik ke arah Sudirman. Lalu saya masuk ke Jalan Sudirman menuju bundaran HI.

Di Bundaran HI saya menuju arah menuju jalan Diponegoro. Mereka sepertinya kehilangan jejak saya

16.15 WIB :
Saya memarkirkan mobil di depan rumah M. Lalu saya kirim pesan ke teman2  di grup WA Poros Benhil

17.00 WIB : Teman2 tergabung dalam Poros Benhil berdatangan di Lembang.

18.00 WIB : Teman2 saya yang kebetulan berada di Poros Benhil melihat 2 orang mencurigakan dan mencoba menanyakan kepentingan mereka. Tapi mereka tidak mau menjelaskan motifnya.

(zal/gus)