Hanifan Meluluhkan Beda, Mempererat Bangsa

Oleh: Rival Achmad Labbaika

Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto (kanan)
MENGALAHKAN atlet pencak silat asal Vietnam, Nguyen Thai Linh dengan Skor 3:2. Atlet pencak silat putra Indonesia, Hanifan Yudani Kusuma, meraih medali emas pada partai final nomor kelas C putra 55 kg sampai 60 kg di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Rabu (29/8/2018).

Sejurus kemudian anak muda ini mampu mempersatukan, dan meneduhkan hati bangsa Indonesia.

Siapa yang menyangka jika jurus terakhir Hanifan ternyata adalah sebuah "Mega Jurus Dahsya".

Buktinya seluruh bangsa luruh dan kembali merasa memiliki rasa sebagai satu bangsa. Bangsa Indonesia.

Dalam Balutan Merah Putih ia mampu menyatukan kedua bapak bangsa dalam "Dekapan Hangat" yang penuh haru atas sebuah prestasi Internasional. Medali Emas Asian Games 2018.

Pesannya bahwa perbedaan itu adalah sebuah hal yg indah dalam berbangsa dan bernegara.

Nilai dan citra sebagai satu bangsa dalam mendulang preatasi dan meng-internasional Indonesia jauh lebih tinggi dari sekedar pilihan dan pendapat, yang kemudian mampu mengikis beda dengan "Senyuman Haru" penuh kebanggaan suka cita dan tawa.

Maka enyahkanlah sindirian, saling hujat, saling tuding, merasa paling benar dengan mempresentasikan segala keburukan dan saling membanding-bandingkan.

Seorang Anak Muda Telah menunjukan Jurusnya, Ajiannya yang mampu mempersatukan beda dengan prestasi.

Itu baru jawara, "loe" muda, "loe" milenial, gunakan jiwa muda "loe" untuk prestasi besar yang kemudian akan mampu menyatukan perbedaan.

Biarlah bangsa ini memilih nilai-nilai baik hanya di dalam Bqilik suara.

Biarlah hati dan nurani yang bicara karena, "KITA INDONESIA!!!!"

Jadi bahasa milenial nya kira-kira seperti ini," Apa yang bisa "eloe" banggakan dan kemudian "eloe" akan diapresiasi oleh orang banyak jika "eloe" datang berlari dengan bendera Merah Putih kemudian "loe" mengatakan " Pak "gue" adalah salah satu "Buzzer" yang menyebar isu-isu politik demi tercapai peningkatan branding dari salah satu kandidat diantara Bapak-bapak berdua.

Coba aja "loe" datang dengan bangga dan mengatakan itu, saat Bapak-bapak Bangsa itu sedang duduk bersama. "Kalau gue sih minder bro".

*Bangga Jadi Indonesia*

Penulis adalah Ketua Umum Aliansi Jurnalistik Online (AJO) Indonesia