Kades: Tuduhan Warga Tidak Benar

Kantor Desa Plembutan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul. @Ist
Gunung Kidul, PenaOne - Kepala Desa (Kades) Plembutan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta Edi Supriyanti membantah tudingan warga masyarakat yang tidak melibatkan dalam sejumlah pembangunan yang dibiayai Dana Desa tahun angagaran 2018.

Dirinya berdalih apa yang dikeluhkan warga tidak benar, sebelum pelaksanaan pekerjaan seluruh ketentuan sudah disampaikannya melalui musyawarah Desa.

Kades menyebutkan, untuk persiapan lahan dan pekerja, pihak Desa memanfaatkan masyarakat Desa Plembutan. Selain itu pihaknya juga membantah pekerja yang direkrut adalah orang dekat tim pelaksana kegiatan maupun perangkat Desa.

"Tidak benar, data pekerja ada. Pengadaan itu melalui lelang, dan perekrutan armada itu menjadi hak kewenangan pemenang lelang," katanya saat dihubungi wartawan kemarin.

Selain itu Kades juga ragu dan mempertanyakan masyarakat yang memprotes pelaksanaan kegiatan yang didanai Dana Desa tersebut.

"Masyarakat yang mana ya?. Karena sampai dengan hari ini belum ada warga yang menanyakan tentang hal tersebut kepada kita," jawabnya ketus.

Dirinya menambahkan, jika nantinya ada masyarakat yang berencana bakal memprotes dan menggelar aksi demontrasi pihaknya siap menghadapi.

Sebelumnya, Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Plembutan, Kecamatan Playen diprotes sejumlah warga. Beberapa warga tersebut memprotes kebijakan desa yang melaksanakan pembangunan yang didanai dana desa namun tidak memberdayakan masyarakatnya.

WN salah seorang warga Desa Plembutan mengeluhkan buruknya sistem tim pelaksana pembangunan Desa Plembutan yang memihak kepada warga luar dari pada warganya sendiri.

Dia mengatakan, adanya program Dana Desa seharusnya untuk pemberdayaan warga lokal namun faktanya tidak demikian di Desa Plembutan.

Meskipun Desa Plembutan  banyak pekerjaan proyek, sejumlah sopir dan armada asli wilayah tersebut tidak ada yang dilibatkan.

"Bila ada sopir dan armada lokal ikut bekerja, karena mungkin dekat dengan Kepala Desa. Tapi seperti saya dan kawan-kawan lain seolah dianggap orang bodoh tidak perlu dilibatkan, unsur pemberdayaannya mana ini yang kami tanyakan?," ungkap WN.

WN menyatakan, dirinya bersama puluhan warga lainnya siap menggelar aksi demontrasi apabila dalam pelaksanaan pembangunan Dana Desa, Kepala Desa beserta tim Desa Plembutan tidak mengutamakan pemberdayaan warga masyarakat lokal. (har/sal)