Polda DIY: Aksi 2 September Jogja Nagih Janji #2019GantiPresiden Hoax

AKBP Yulianto
Yogya, PenaOne - Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yulianto menyatakan, kabar santer aksi topo mbisu yang dilakukan oleh sebagian warga Yogyakarta adalah hoax (bohong). Dia konfirmasi ke Gus Miftah yang disebut-sebut menjadi orator hasilnya negatif.
Sebagaimana diketahui, melalui grup WhatApps, beredar kabar, Minggu 2 September 2018, sebagian warga Yogykarta berkumpul di titik nol (air mancur). Gerakan itu mereka namai topo mbisu. Inti kegiatan, mengajak masyarakat Yogya menagih janji.

Aksi yang dimaksud menghadirkan tohoh seperti Ketua FPI Yogyakarta, Ahmad Dhani, Neno Warisman, Ustad Felix Siauw, YS Suyuti, Gus Miftah, dan Gus Muwafiq.
Pengumuman serupa itu dianggap sebagai undangan, sementara tidak satupun personal yang mencantumkan nama sebagai penanggungjawab.
Penyebar pengumuman mengatasnamakan KPN-GP JOGJA, Ketua Alumni 212 Jogja, Garda Pemuda Pagar Bangsa, Presidium Jogja Tagih Janji, GNCP Jogja, FPI Jogja, GPK Jogja dan, FJI jogja.

“Itu hoax,” ujar AKBP Yuianto, kepada awak media, (30/8/2018).

Diminta menjelaskaan soal persiapan Polda menghadapi gerakan topo mbisu, Yulianto mengutip hasil konfirmasinya dengan Gus Miftah.

“1000 persen hoax! Saya gak pernah terlibat dalam gerakan apapun. Dan acara di atas mencatut nama saya tanpa konfirmasi dan tanpa pemberitahuan kepada saya. Mau hastag ganti presiden ataupun sebaliknya gak ada urusan dengan saya. Ini konfirmasi kepada semuanya,” ujar Gus Miftah. (harjo/tan)