Polda Papua Bekuk 2 Kapal BBM Ilegal

Kapal yang berhasil diamankan. @ dok Polda Papua
Jakarta, PenaOne - Polda Papua berhasil mengamankan Kapal Tangker (KM. Kairos II) yang diduga melanggar Undang-undang Migas di perairan Jayapura, Kota Jayapura, Papua.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad M Kamal mengatakan, penangkapan itu berlangsung Rabu (27/8/2018) sekitar pukul 15.30 Wit saat anggota Direktorat (Dit) Polair Polda Papua mendapatkan informasi dari masyarakat jika ada Kapal Tangker (KM Kairos II), dan Kapal SPOB (KM. Kartanegara) yang akan melakukan pengisian BBM (Bahan Bakar Minyak) secara ilegal yang tidak sesuai dengan fakturnya.

"Kemudian pukul 19.30 Wit tim Subditgakkum Dit Polair Polda Papua yang dipimpin Direktur Polair bertolak di sekitar perairan Kota Jayapura tepatnya di depan Kayu Pulau," katanya kepada PenaOne.com Sabtu (31/8//2018).

Dilanjutkannya, setelah melakukan pengintaian pukul 21.14 Wit tim memutuskan untuk melakukan pemeriksaan terhadap dua Kapal tersebut.

"Ditemukan kedua kapal sedang melakukan pengisian BBM secara illegal. Selanjutnya awak dari kedua Kapal beserta dokumen diamankan dan dibawa ke Kantor Dit Polair Polda Papua," jelasnya.

Sementara barang bukti yang diamankan kata Kamal, 1 Unit Kapal SPOB Kartanegara, 1 Unit Kapal KM. Kairos II, 1 Bundel Dokumen KM. Kairos II, 2 Unit pompa Alkon, yang digunakan untuk memompa BBM, 3 gulungan selang 2 inci dengan panjang total 50 meter, 14 ton BBM jenis Solar KM. SPOB Kartanegara, 1 Unit HP merk Apple seri 6 warna Hitam dan 1 Unit HP Samsung S8 warna silver.

Sedangkan, pelaku yang dibekuk yakni; LK (41) Nahkoda Kapal SPOB Kartanegara warga Kota Bau-bau Provinsi Sulawesi Tenggara, S (26) warga  Kabupaten Baru Provinsi Sulawesi Selatan.

"Ada juga K (40) warga Kabupaten Pekalongan Prov. Jawa Tengah dan AR (28) Nahkoda Kapal Kairos II warga Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur.

Akibat ulahnya itu para tersangka kini harus mendekam di Polda Papua.

"Kita jerat mereka dengan Pasal 53 huruf (d) Jo Pasal 23 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana “Setiap orang yang melakukan niaga Bahan Bakar Minyak tanpa izin usaha niaga dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 Tahun dan denda paling tinggi Rp 30.000.000.000,- (tiga puluh miliar rupiah)," demikian Kabid Humas Polda Papua. (lis/gun)