Politisi, Contohlah Sikap Yohanes dan Hanifan

Prabowo Subianto (kanan) dan Presiden Jokowi
Jakarta, PenaOne - Sikap yang ditunjukkan Yohanes Ande Kala, yang secara spontan secara dan tulus memanjat tiang bendera guna meyambung tali bendera merah Putih yang putus  dan  Hanifan Yudani Kusuma, atlet pencak silat Indonesia, yang tulus merangkul dua tokoh bangsa kita, yakni Jokowi dan Prabowo dalam balutan bendera merah putih bisa menjadi role model bagi kita semua dalam berbangsa dan bernegara.

Demikian dikatakan Emrus Sihombing Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner dalam siaran pers Kamis (30/8/2018).

Dia menerangkan, sikap keduanya bisa jadi contoh utamanya bagi politisi kita yang acapkali melontarkan komunikasi politik yang menimbulkan polarisasi di tengah masyarakat, yang pada akhirnya berpotensi menimbulkan gesekan sosial di tingkat "akar-rumput".

"Oleh karena itu,  para politisi kita pada Pilpres dan Pileg 2019 sejatinya lebih dahulu bercermin kepada perilaku yang sangat baik dari dua sosok generasi muda kita itu sebelum menyampaikan pesan komunikasi politik ke ruang publik," ujar Emrus.

Yohanes merupakan bocah SMP asal Belu, Nusa Tenggara Timur, yang secara spontan memanjat tiang bendera saat upacara 17 Agustus 2018 lalu.

Sedangkan, Hanifan merupakan atlit penak silat penyumbang emas ke 29 dalam Asian Games. Hanifan Yudani menjadi atlet pencak silat ke-13 yang menyumbangkan medali emas untuk Indonesia.

Setelah dipastikan menjadi pemenang dan meraih medali emas, ada aksi unik Hanifan yang jadi sorotan.

Pesilat muda itu langsung naik ke tribun kehormatan. Di sana ada Presiden Joko Widodo dan Ketua IPSI Prabowo Subianto yang duduk menyaksikan laga di TMII itu.

Hanifan langsung disambut oleh Jokowi dan Prabowo.

Setelah bersalaman dan memeluk masing-masing baik Jokowi dan Prabowo, Hanifan yang masih berselimut bendera itu tiba-tiba menarik Jokowi dan Prabowo.

Keduanya kemudian diajak berpelukan dengan Hanifan. (sus/tah)