Relawan Jokowi: Terimakasih Demokrat Papua

Ilustrasi
Jakarta, PenaOne - Keputusan Ketua DPD Partai Demokrat Papua yang juga Gubernur Papua Lukas Enembe untuk memilih mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin ketimbang Prabowo Subianto mendapat apresiasi dari mantan Pimpinan Komisi Pengawas (Komwas) Partai Demokrat HM Darmizal MS yang kini memilih menjadi Ketua umum Relawan Jokowi (ReJo).

Dengan adanya keputusan Lukas Enembe itu kata Darmizal, Gubernur, Bupati dan rakyat Papua memotivasi dan menambah keyakinannya seluruh rakyat Indonesia bahwa Jokowi adalah pilihan terbaik bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menurut Darmizal, saudara kita di Papua yang selama ini merasa tertinggal, hari ini justru ingin menjadi yang terdepan untuk Jokowi dua periode. Manfaat pembangunan yang berkeadilan sudah mereka rasakan.

"Apalagi Ketua Pembina ReJo wilayah Papua kami percayakan kepada mantan Menhub Freddy Numberi, InsyaAllah Jokowi menjadi pilihan seluruh rakyat Papua," kata Darmizal kepada wartawan Selasa (14/8/2018).

Darmizal menambahkan, jauh-jauh hari dirinya sudah memprediksi jika suara kader Partai Demokrat diberbagai daerah akan terbelah jika keputusan DPP yang mengusung bukan Jokowi di Pilpres 2019.

"Sekarang semakin nyata prediksi tersebut," ungkapnya.

Bahkan, Darmizal yakin, kedepan akan semakin banyak kader-kader Partai Demokrat didaerah yang akan mendeklarasi diri untuk berjuang menangkan Jokowi dua periode.

"Baik dalam bentuk Ormas Relawan maupun bergerak sendiri sendiri secara sporadis," jelas alumni Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini.

Kata Darmizal, rakyat semakin cerdas. Rakyat butuh pemimpin yang menjadi tauladan mereka, yang bekerja dengan karya besar untuk kepentingan bangsa Indonesia yang besar.

"Bukan pemimpin dengan mulut besar. Terimakasih Gubernur Lukas Enembe, terimakasih Papua," demikian Darmizal.

Kemarin, Senin (13/8/2018) di Jayapura, Lukas Enembe menyatakan dukungannya ke Jokowi-Ma'ruf Amin meski partainya masuk koalisi Prabowo-Sandiaga. Lukas mengaku siap dipecat atas sikapnya yang berlawanan itu.

Bahkan, dirinya mengaku siap menerima sanksi, dan siap dipecat sekalipu, dari Partai Demokrat.

"Kalau dipecat, tidak ada masalah," ucap Lukas. (sal/gah)