Tahun 2017, Jumlah Ekspor ke Tanzania Capai US$277,4 juta



Ratlan Pardede. @Dok KBRI Kairo
DUTA BESAR (Dubes) RI Dar es Salaam, Prof. Dr. Ratlan Pardede mengatakan, Indonesia melihat Tanzania sebagai bisnis kunci di Afrika. Demikian disampaikan dia dalam sambutannya pada 2nd Appreciation Night on Indonesia’s Business Partners, di Dar es Salaam, Tanzania, Kamis (30/8/2018).

Dalam kesempatan itu, Pardede juga memberikan penghargaan kepada 5 pebisnis Tanzania untuk 3 kategori penghargaan, yaitu best trade partners, best business partners, dan best frequent trader.

Lebih lanjut ditambahkannya, selama ini  perdagangan antara Indonesia dan Tanzania menunjukkan trend yang positif.

“Tahun lalu, volume perdagangan antara Indonesia dan Tanzania meningkat tajam. Dari 274,3 juta USD pada tahun 2016 menjadi 303,4 juta USD pada 2017, terdapat peningkatan sebesar 35,2 %. Expor utama Indonesia ke Tanzania adalah crude palm oil konsumsi, komponen mesin, produk-produk kimia, kertas, dan garmen. Di sisi lain, impor utama Indonesia dari Tanzania adalah kapas, tembakau, cengkeh, coklat, dan kacang-kacangan," jelasnya.

Namun lanjut Pardede, pihaknya masih belum puas dengan angka tersebut karena potensi perdagangan antara Indonesia dan Tanzania jauh lebih besar.

Foto bersama peserta 2nd Appreciation Night on Indonesia’s Business Partners, di Dar es Salaam, Tanzania, Kamis (30/8/2018). @Dok KBRI Kairo
Dirinya menyampaikan perkembangan hubungan utama RI-Tanzania  tahun 2018, yaitu partisipasi Pemerintahan dan pebisnis Tanzania dalam Indonesia-Africa Forum pada April 2018, serta kunjungan Dr. Ali Mohamed Shen, Presiden Zanzibar, ke Indonesia dalam rangka mengeksplorasi peluang kerja sama ekonomi RI dan Tanzania.

“Dua perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana kedua negara dapat bekerja lebih erat untuk meningkatkan kerja sama ekonomi ke level yang lebih tinggi," ungkapnya.

Pardede juga mengajak seluruh pengusaha yang hadir untuk mengunjungi Trade Expo Indonesia tahun 2018 yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2018.

Dalam sambutannya, Dirjen TanTrade mengamini potensi kerja sama ekonomi yang besar antara Indonesia dan Tanzania serta menegaskan bahwa Dar es Salaam International Trade Fair (DITF) dan Trade Expo Indonesia merupakan momen yang tempat bagi pengusaha Indonesia dan Tanzania untuk saling mempromosikan produk dan mengoptimalkan potensi kerja sama tersebut.

“Saya menantang para pengusaha Tanzania untuk datang ke Jakarta untuk TEI 2018 dan meningkatkan nilai perdagangan Indonesia dan Tanzania.” demikian sambutan Dirjen TanTrade.

Pada periode 2016-2017, jumlah ekspor Indonesia meningkat sekitar 79,6%, dari US$ 154,4 juta  menjadi US$277,4 juta.

KBRI Dar es Salaam berkomitmen kuat untuk terus meningkatkan volume perdagangan dengan Tanzania dan negara akreditasi lainnya.

Hadir dalam acara itu Edwin Rutageruka, Direktur Jenderal Tanzania Trade Authority, serta perwakilan dari Tanzania Chambers of Commerce, Industry, and Agriculture (TCCIA). Selain itu, Atase  Perdagangan KBRI Kairo serta pejabat dari Kementerian Perdagangan RI juga turut hadir. (lis/gun)