Fauzi Bahar Resmikan Sekretariat Forum Komunikasi Relawan Pemenangan Jokowi

Fauzi Bahar
Padang, PenaOne - Ketua Relawan Jokowi (ReJo) Provinsi Sumatera Barat, Fauzi Bahar mengajak orang Minangkabau untuk cerdas dalam menyikapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Pasalnya, jika tidak cerdik dalam menyikapinya, akan berpengaruh kepada pembangunan daerah tersebut.

"Kalah dia di sini, ditinggalkannya dan tidak dibangunnya Sumatera Barat selama lima tahun pemerintahannya ke depan, tagurajai (terpeleset-red) juga kita di Sumatera Barat. Lapangan pekerjaan, jumlah uang yang beredar, perdagangan dan pembangunan. Maka untuk itu, kita harus cerdik menyikapi ini," ungkapnya kepada wartawan usai peresmian dan pembukaan Sekretariat Forum Komunikasi Relawan Pemenangan Jokowi (FKRPJ)-2019 Sumatera Barat yang terletak di jalan A. Yani No. 34 A Padang kemarin.

Lain persoalan, kata mantan Walikota dua periode ini, jika yang maju pada Pilpres tersebut salah satunya adalah orang Minangkabau, maka sudah menjadi kewajiban bagi orang Minangkabau untuk mendukungnya.

"Tapi kalau seandainya tagak kampuang paga kampuang, calon yang melawan Jokowi orang Minangkabau, orang kampung kita, saya akan mati-matian juga. Adik-adik sudah tahu lah, bagaimana saya mendirikan Posko di sana, Rp1,6 miliar habis uang saya. Bagaimana seriusnya saya di sana," tutur pria yang pernah menjadi Timnas Prabowo-Hatta ini.

Ia menyadari, jika Jokowi kalah di Sumatera Barat, maka beresiko terhadap pembangunan di daerah ini.

"Tapi saya sadari hari ini, kalau Jokowi kalah di sini, ditinggalkannya selama lima tahun membangun Sumatera Barat, terlalu beresiko. Jangan seperti tahun 1965, ketika PRRI, Sumatera Barat pernah dicap sebagai pemberontak. Hawa itu sampai akhir tahun 70-an, kita ini dicap sebagai pemberontak," terang Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumbar ini.

Kepada tokoh Sumatera Barat, Fauzi Bahar mengimbau harus cerdik, harus lihai menyikapi ini.

"Dari itu, jika kita-kita ini, orang Sumatera Barat tidak cerdik menyikapinya. Sebab, kalau menang pihak sebelah, belum tentu juga membangun Sumatera Barat. Tapi kalau Jokowi kalah di sini, beresiko bagi Sumatera Barat," tambahnya dikutip bentengsumbar.com.

Mengenai isu menyerang Jokowi, Fauzi Bahar meminta semua pihak cerdik menyikapinya. Misalnya soal pelarangan azan dan agama Islam.

"Soal azan dan Islam itu, tidak ada penekanan-penakan itu. Saya sendiri tidak setuju juga azan (melalui pengeras suara-red) dihilangkan. Jangan dibesar-besarkan persoalan semacam itu," tukur calon anggota DPR RI Dapil Sumbar 1 dari Partai NasDem ini.

Fauzi Bahar mencontohkan fitnah yang dibuat kelompok tertentu kepadanya pada masa akhir jabatannya sebagai Walikota Padang.

"Saya hanya satu kali bilang anj*** waktu it. Dibilang saya walikota pacaruik. Adik-adik wartawan kan tahu, saya tidak pernah bacaruk, satu kali itu cuma seumur hidup saya. Tidak adil dong kelompok itu menghukum saya. Makanya, mari kita adil menghukum orang," seru mantan Ketua DPD PAN Kota Padang ini.

Menurut Fauzi, tidak boleh mencap jelek kepada seseorang secara keseluruhan, karena pasti ada sisi baiknya.

"Marilah kita adil, jang disebar-sebarkan fitnah lah," tegasnya. (indah)