IKANU: Jauhi Tagar Capres yang Pecah Belah Bangsa

Foto @Istimewa
Yogyakarta, PenaOne - Ketua Ikatan Alumni Keluarga Nahdlatul Ulama Al-Azhar Mesir (IKANU) DR Anis Masduqi menyerukan kepada seluruh elemen bangsa, tanpa memandang ras, suku, partai, ormas untuk menghadang hate spin, rekayasa kebencian berbasis agama untuk kepentingan politik yang mengancam persaudaraan sesama anak bangsa menjelang Pilpres 2019.

Kata dia, kami juga mendorong seluruh elemen bangsa untuk mendukung upaya penguatan NKRI sebagai kedaulatan politik yang disepakati dan menanggulangi ancaman-ancaman yang berpotensi melemahkannya.

"IKANU mendesak elit politik untuk tidak memanfaatkan kelompok dan gerakan apapun yang mengancam NKRI untuk kepentingan politik sesaat," kata dia dalam siaran pers Senin (3/8/2018).

Menurutnya, ukhuwwah wathaniyyah atau persaudaraan sesama anak bangsa dan kemaslahatan Indonesia harus menjadi kerangka kerja yang disepakati oleh seluruh warga negara dalam kompetisi politik apapun," jelasnya.

Bangsa Indonesia lanjutnya, harus menjadi contoh bagi negara-negara dunia dan muslim khususnya dalam berdemokrasi. Demokrasi harus dipahami sebagai prinsip yang menghormati kebebasan individu dan kelompok dalam hal apapun selama tidak melanggar, mencederai dan mengancam hak dan kebebasan individu dan kelompok lain.

"Seorang ahli politik perancis, Montesqiueu, pernah mengatakan, "al-hurriyah hiya ma yasmah bihi al-qanun"," tutur Anis Masduqi.

Masih menurutnya, Pemilu 2014 telah membelah bangsa Indonesia dalam setidaknya 2 kelompok besar politik dan keagamaan yang efeknya dapat dirasakan hingga sekarang.

Oleh karena itu, IKANU mendesak proses politik dengan puncaknya pada 2019 harus berakhir dengan konsensus nasional, yaitu persaudaraaan sebangsa dan setanah air.

"IKANU menghimbau segenap elemen bangsa untuk mendukung tagar-tagar yang positif, tagar yang mendorong persaudaraan dan menghimbau untuk menjauhi tagar-tagar yang berpotensi memecah belah elemen-elemen bangsa," demikian Anis Masduqi menjelaskan. (sus/bah)