Istri Bung Karno Dukung Jokowi Dua Kali

Yurike Sanger @Istimewa
Jakarta, PenaOne - Istri Presiden pertama Republik Indonesia (RI) pertama Soekarno, Yurike Sanger mendukung calon presiden (capres) Joko Widodo alias Jokowi untuk melanjutkan kepemimpinannya hingga tahun 2024 mendatang.

Dimata Yurike, Jokowi merupakan sosok yang sama dengan suaminya Soekarno.

"Jokowi sama seperti suami saya Bung Karno. Keduanya sama-sama memerdekakan bangsa Indonesia," ujar Yurike dalam sebuah tayangan video berdurasi 05:01 detik yang didapat Redaksi PenaOne.com Selasa (4/9/2018).

Dalam video tersebut, Yurike terlihat sedang diwawancara oleh seorang laki-laki yang mengenakan kaos putih bertuliskan Los Angeles Tetap Jokowi di sebuah kafe.

Lebih lanjut dikatakan Yurike dalam tayangan video itu, keberhasilan Jokowi dalam pembangunan sangat banyak terutama di daerah Papua.

Yurike Sanger
"Lihat saja, susksesnya pelaksanaan Asian Games. Lantas pembangunan di Papua sekarang terus dilakukan," jelasnya.

Dirinya yakin, jika Jokowi memimpin Indonesia kembali pembangunan di Papua akan semakin maju.

"Saya yakin jika pak Jokowi terpilih menjadi Presiden, Papua akan lebih maju dari sekarang ini," pungkasnya sembari dia menyebut sejak lahir dan dewasa pernah tinggal di Sorong, Papua.

Dihimpun dari berbagai sumber mesin pencari google, Yurike Sanger adalah istri ketujuh Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia. Pertama kali PresidenSoekarno bertemu dengan Yurike Sanger pada tahun 1963. Kala itu Yurike masih yang masih berstatuspelajar menjadi salah satu anggota Barisan Bhinneka Tunggal Ika pada acara Kenegaraan.

Pertemuan itu rupanya langsung menarik perhatian Sang Putera Fajar.

Perhatian ekstra diberikan sang presiden kepada gadis bau kencur itu, mulai dari diajak bicara, duduk berdampingan sampai diantar pulang ke rumah.

Rupanya, benih-benih cinta sudah mulai di antara keduanya. Singkat waktu, Bung Karno menyatakan perasaannya dan menyampaikan ingin menikah dengan sang pujaan hati. Seutai kalung pun diberikan ke Yurika.

Akhirnya, Bung Karno menemui orangtua Yurike. Pada 6 Agustus 1964, dua anak manusia yang tengah dimabuk cinta itu menikah secara Islam di rumah Yurike.

Berjalannya waktu, ternyata pernikahan ketujuh Sang Proklamator berjalan singkat.

Kondisi Bung Karno pada 1967 yang secara de facto dimakzulkan sebagai presiden, berdampak pada kehidupan pribadi.

Didasari rasa cinta yang luar biasa, Bung Karno yang menjadi tahanan rumah di Wisma Yoso menyarankan agar Yurike meminta cerai. Akhirnya perceraian itu terjadi, meski keduanya masih saling cinta. (zus/tan)