Jepret, Cegah Korupsi Bareng

TUNDRA Meliala, pemerhati Sosial dan penggiat media bersilahturahmi dengan salah satu pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ), Deputi INDA, Hary Budiarto. Banyak hal dibicarakan dalam pertemuan  tersebut  diantaranya bagaimana menanggulangi dan mencegah rasa emosi kita dalam bertindak melawan hawa nafsu godaan dari pihak yang ingin mendapatkan keuntungan dan kemudahan dalam mendapatkan proyek dengan berbagai macam cara, tentu saja ada ucapan terima kasih yang diterima oleh pejabat terkait.

Rambu-rambu sudah ada, jika sesuai dengan aturan yang berlaku, silahkan untuk dijalankan sesuai prosedur tapi masih saja ingin melanggar walaupun resiko yang didapat tidak seimbang yang dia dapatkan, akibatnya, mendapat ganjaran dari lembaga anti rusuah yang terkenal tidak pandang bulu dalam bertindak, yaitu KPK.

Belakangan ini, Menteri Sosial masih aktif dalam Kabinet yang juga Sekjen Golkar, Idrus Marham dijadikan tersangka oleh KPK tentang kasus suap proyek PLTU Riau 1 di Provinsi Riau, akhirnya mengundurkan diri dari jabatan Menteri Sosial setelah resmi  jadi tersangka.

Dan terakhir ini pula sangat menarik DPRD kota Malang dari 45 anggota Dewan, 41 anggotanya Korupsi dan menjadi tersangka atas dugaan menerima suap dan gratifikasi pembahasan APBD Kota Malang tahun anggaran 2015, yang notabene nilai Korupsinya hanya Rp12,5 juta hingga Rp 50 juta. Sangat miris melihatnya, mental sangat rapuh dan membuat keluarganya isteri dan anaknya malu atau sebaliknya, ah itu hal biasa.

Upaya KPK untuk mencegah korupsi sebenarnya cukup ekstra keras. Bukan hanya sekedar sosialisasi melalui media cetak, elektronik dan online, bahkan turun langsung ke daerah-daerah di Indonesia. Dibutuhkan peran pimpinan daerah dan masyarakat dalam mengawal upaya pencegahan agar tidak terjadinya korupsi.

Baik Tundra maupun Hary, sepakat hanya ada satu kata Lawan dalam mencegah dan memberantas korupsi. Diperlukan kesadaran positif anak bangsa dalam menyikapinya. (abd/sal)