Kata Inas, Tunjangan Profesi Guru Dipotong itu Hoax

Ilustrasi
Jakarta, PenaOne - Ketua Fraksi Partai Hanura Inas Zubir mengaku gerah dengan maraknya informasi hoax yang terus mendera pemerintahan Joko Widodo alias Jokowi.

Inas mengaku sudah mendengar soal informasi hoax soal tunjangan khusus bagi guru yang distop. Dirinya sekali menegaskan, informasi itu hoax alias bohong.

"Kita semakin paham bahwa kecerdasan oposisi itu terbatas sehingga tidak salah kalau ada yang menyebut mereka bani "kampret" karena cara pandang mereka selalu dengan kepala dibawah. Sehingga mereka kesulitan membaca surat Kemenkeu No. S-176/PK.2/2018," katanya Minggu (2/9/2018) malam.

Padahal lanjut Inas, surat tersebut adalah menjawab surat Sekjen Kemendikbud Nomor 44471/A.A1.1/PR/2018 pada 16 Juli 2018 yang isinya permintaan Kemendikbud agar Kemenkeu menyetop penyaluran dana tunjangan guru untuk beberapa daerah yang belum menyalurkan tunjangan secara maksimal pada 2017.

"Tunjangan yang dihentikan berupa Tunjangan Profesi Guru (TPG), Tunjangan Khusus Guru (TKG), serta dana Penghasilan Tambahan Guru (Tamsil) untuk penyaluran pada kuartal I dan II 2018," ujarnya.

Anggota DPR dari Daerah Pemilihan (Dapil) Banten ini menambahkan, tidak semua Pemda bakal disetop tunjangan guru tersebut, tapi hanya untuk Pemda-Pemda yang belum menyalurkan anggaran tunjangan guru dannKemenkeu mengabulkan permintaan tersebut melalui surat Kemenkeu nomor S-176/PK.2/2018.

"Permintaan Kemendikbud tersebut bertujuan untuk mencegah agar tidak terjadi kelebihan dana dalam kas masing-masing daerah," tegasnya.

Inas menjelaskan, yang dihentikan itu transfer uang dari Kemenkeu ke kas daerah, tapi pembayaran tunjangan guru tetap dibayarkan kepada yan berhak.

"Alasan penghentian sementara transfer disebabkan daerah-daerah tersebut masih memiliki dana Silpa ketiga tunjangan tersebut," demikian Inas Zubir. (zal/san)