Meski Rupiah Terpuruk, Ekonomi Indonesia Masih Sangat Baik

Ilustrasi
Jakarta, PenaOne - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Darmin Nasution menegaskan, seperti mata uang negara lainnya, rupiah juga mengalami depresiasi terhadap mata uang dollar AS.

Meskipun demikian, dipastikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih sangat baik dan pemerintah juga telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi defisit neraca berjalan.

"Indonesia telah berhasil memelihara momentum pertumbuhan ekonomi, menekan inflasi, meningkatkan investasi, dan terus memperbaiki ease of doing business, meningkatkan daya saing Indonesia, termasuk mempermudah perijinan melalui On-Line Single Submission," kata Darmin di Singapura dalam siaran pers dari KBRI setempat (8/9/2018).

Darmin menjelaskan, meskipun keadaan perekonomian global sedang mengalami ketidak-pastian, namun Indonesia justru mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan Human Development Index (HDI), dan menurunkan angka kemiskinan dan lain-lain.

"Untuk meningkatkan investasi asing, skema tax holiday yg lebih mudah difasilitasi melalui OSS juga diberikan kepada industri perintis di Indonesia. Pengembangan Special Economic Zones juga sebaga upaya untuk menarik investasi ke Indonesia," ungkapnya.

Darmin mengakui bahwa berbagai ketidakpastian di dunia seperti ancan perang dagang antara AS dan Tiongkok, kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS dan kenaikan harga minyak memberikan tantangan untuk meningkatkan stabilitas perekonomian dunia serta memberikan dampak bagi perekonomian negara seperti Indonesia.

"Pemerintah juga terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi yang alan diprioritaskan mulai tahun 2019," pungkas Darmin.

Pernyataan Darmin itu di Singapura saat bertemu beberapa CEO perusahaan terkemuka Singapura dan internasional dalam acara dialog yg bertajuk RISING Business Forum di Singapore Business Federation (SBF) tanggal 7 September 2018. Kegiatan itu diselenggarakan KBRI Singapura, KADIN Komite Singapura dan SBF menghadirkan 30 CEO perusahaan terkemuka yg telah berinvestasi dan dalam proses mengembangkan investasinya ke Indonesia.

Diketahui, dalam beberapa hari terakhir nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus anjlok. Bahkan, nilai tukar rupiah hampir menyentuh Rp 15.000 per dolar AS. (sus/gah)