5 Kali Nama Kapolri Dicatut, Polda Metro Diminta Tangkap Pelaku Indoleaks

Kapolri Tito Karnavian
Jakarta,  PenaOne - Neta S Pane, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Polda Metro Jaya segera mengusut kasus hoax Indonesialeaks dan menangkap pelakunya.

Menurut Neta, pengusutan itu penting dilakukan agar dugaan kasus fitnah serta pencatutan nama Kapolri Tito Karnavian tidak terus berulang.

"Sehingga tidak menjadi bahan manuver politik yang menimbulkan kegaduhan di tahun politik ini," kata Neta kepada PenaOne.com Senin (15/10/2018).

Masih menurut Neta, kasus pencatutan nama Kapolri Tito Karnavian bukan pertama kali ini terjadi. IPW mencatat, sudah lima kali nama Tito dicatut pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, baik untuk manuver politik ataupun untuk mengeruk keuntungan pribadi dan kelompoknya

Menurut Neta, kasus pencatutan pertama terhadap nama Tito Karnavian terjadi 2016 dalam Kasus Labora Sitorus. Saat itu nama Tito sebagai Kapolda Papua disebut sebut menerima aliran dana dari Labora, padahal pada periode itu Tito belum menjadi Kapolda Papua, bahkan Tito yang membongkar kasus Labora.

Kedua, lanjutnya, bulan Oktober 2017 Titin Hendriko mengaku ngaku sebagai keponakan Kapolri Tito Karnavian dan menipu sejumlah orang yang hendak masuk polisi hingga dia meraup Rp 1,5 miliar. Pelaku ditangkap polisi di Jateng.

Ketiga, Rahmat yang mengaku ngaku sebagai Sespri Kapolri Tito Karnavian menipu seorang pengusaha Rp 1 miliar. Kepada korbannya, pelaku selalu menunjukkan foto bareng dengan Tito dan ybs berhasil diciduk polisi.

Keempat, nama Tito Karnavian disebut sebut Indonesia Leaks telah menerima aliran dana dalam kasus daging. Tapi Ketua KPK Agus Raharjo sudah membantah adanya aliran dana tersebut. Kasus dugaan hoax Indonesia Leaks hingga ini belum diusut polisi, padahal sudah menimbulkan kegaduhan politik.

Kelima, beberapa hari lalu Habel Yahya ditangkap polisi. Sebab ia bersama Febri mengaku mendapat  Skep Kapolri Tito Karnavian untuk memegang konsesi besi bekas atau besi tua di PT Freeport, Papua. Berdasarkan Skep palsu ini Habel dan Febri berhasil menipu enam pengusaha besi tua di Surabaya hingga meraup puluhan miliar rupiah.

"Semua kasus pencatutan nama Kapolri Tito Karnavian ini berhasil dibongkar dan diciduk polisi pelakunya, kecuali kasus hoax yang diduga dilakukan Indonesia Leaks yang menuduh Tito menerima aliran dana daging," pungkas Neta. (sis/uta)