Arpan Siregar Sudah Bekerja Kembali di Pemkab Pasaman Barat

Kepala Bagian Layanan Pengadaaan (BLP) Pasaman Barat, Arpan Siregar diamankan dengan barang bukti Rp2.350.000 (internet)
Sumbar, PenaOne - Kepala Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Setda Kabupaten Pasaman Barat, provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Arpan Siregar yang ditangkap tim intel Polda Sumbar 3 Oktober 2018 lalu atas dugaan penyuapan kepada aparat negara kini sudah bekerja seperti biasa.

"Betul dia bekerja seperti biasa. Dan yang bersangkutan tidak pernah di tahan," kata sumber kuat PenaOne.com di Pasaman Barat yang tidak mau disebut namanya Kamis (11/10/2018).

Pada Rabu 3 Oktober 2018 Arpan Siregar ditangkap tim intel Polda Sumbar saat dirinya diduga berupaya menyuap polisi kala meminta dokumen tender pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasaman Barat tahun 2018 senilai Rp136 miliar.

Saat petugas meminta dokumen tender itu, polisi menerima sebuah map yang didalamnya terdapat uang sebesar Rp2.350.000.

Begitu ditangkap, Arpan Siregar langsung digelandang ke Polres Pasaman Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Namun, hingga Kamis 4 Oktober 2018 Arpan Siregar belum ditetapkan sebagai tersangka.

"Benar kita berupaya disuap oleh Arpan Siregar Kepala BLP Pasaman Barat yang juga Ketua Pokja Paket Lelang RSUD Pasbar. Kita ke sini, dalam rangka melakukan penyelidikan dan minta data dugaan kecurangan dalam proses tender RSUD Pasaman Barat, tapi malah kita disuap dengan uang Rp2.350.000,” sebut AKP Milson Joni, tim Intelkam Polda Sumbar didampingi dua anggotanya sembari memperlihatkan uang suap tersebut saat itu.

Kedatangan tim intel dari Polda Sumbar tersebut terkait dengan adanya laporan dari LSM Teropong yang mencium bau tak sedap dalam proses tender RSUD Pasaman Barat yang dimenangkan oleh PT. MAM Energindo.

Redaksi PenaOne.com berusaha menghubungi Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumbar, Kombes Pol Syamsi untuk mendapatkan konfirmasi. Namun, pesan WhatsAp yang ditujukkan kepadanya tidak direspon. Pun demikian, Kapolres Pasaman Barat AKBP Iman Pribadi Santoso juga melakukan hal serupa. (tan/sus)