Ketua DPR Himbau Orangtua Waspadai Aksi Penculikan Anak

Bambang Soesatyo
Jakarta, PenaOne - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Kepolisian RI melalui Kepolisian Daerah untuk mengusut kasus-kasus penculikan anak yang terjadi selama ini.

Polri kata Bambang Soesatyo, diminta  meningkatkan keamanan dan pengamanan bagi masyarakat dengan melakukan patroli terutama di daerah rawan penculikan anak seperti sekolah-sekolah dan taman bermain.

Hal itu dikatakan pria yang kerap disapa Bamsoet itu terkait maraknya kasus penculikan anak yang terjadi di beberapa wilayah DKI Jakarta dan juga Bali.

"Polisi harus giat melakukan patroli terutama di daerah rawan penculikan anak seperti sekolah-sekolah dan taman bermain," ujarnya dalam siaran pers Jum'at (26/10/2018).

Bamsoet meminta, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menginstruksikan seluruh kepala sekolah agar meningkatkan pengamanan di lingkungan sekolah.

"Sekolah lebih memperketat penjagaan terhadap para siswa, dan segera berkoordinasi atau melaporkan kepada pihak kepolisian jika mengetahui ada hal yang mencurigakan terkait penculikan anak," jelasnya.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini mendesak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk menggiatkan program perlindungan anak dengan memberikan pengarahan dan sosialisasi kepada anak melalui sekolah-sekolah akan bahaya penculikan dan bagaimana cara menghindari penculik.

"Mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengaktifkan keamanan lingkungan agar dapat mempersempit ruang gerak pelaku penculikan anak," tambahnya.
Dirinya juga menghimbau kepada orang tua siswa agar meningkatkan kewaspadaan terhadap keselamatan anaknya dengan selalu berada dekat dengan anaknya atau mengantar-jemput anaknya ke sekolah, serta selalu mengawasi aktivitas anak di luar rumah.

"Saya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan kritis dalam menerima informasi atau berita yang belum diketahui kebenarannya (hoax) mengenai penculikan anak, serta berperan aktif jika mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan  terkait penculikan anak," pungkasnya. (sal/tan)