La Nyalla Padamkan Politik Hoax!


Oleh: Aznil Tan

La Nyalla Mataliti
FITNAH PKI yang dihembuskan oleh kubu Prabowo  memang sangat biadab. Kubu pendukung NKRI menghadapi mereka serba salah, apalagi mereka itu berlindung dijubah agama.

Betapa beringas dan betapa kampretnya mereka menyebarkan fitnah tersebut. Ada yang menyebarkan broadcast berupa surat tantangan pembuktian Jokowi PKI dengan bahasa tidak ada etikanya lagi. Ada yang mengait-gaitkan dengan program dilakukan Jokowi adalah pola PKI.  Sungguh keji dan biadab!

Karena doktrin 32 tahun dihembuskan oleh Soeharto ke bangsa ini bahwa  PKI itu adalah sosok seperti setan atau makhluk jahat maka jika seseorang disebut PKI adalah suatu penghinaan bagi dirinya. Seseorang dicap PKI berarti orang itu harus dimusuhi bersama dan kapan perlu harus dibunuh hidup-hidup untuk menyelamatkan Indonesia dari ancaman kekejaman sosok PKI tersebut. Lalu diperkuat,  PKI itu diartikan sebagai kelompok anti islam yang harus dibasmi.

Lepas benar atau tidaknya fakta sejarah PKI tersebut, bagi saya PKI itu tidak laku lagi pada peradaban yang semakin maju dan terbuka sekarang. Isu PKI adalah isu sampah diciptakan oleh sisa kekuatan pendukung Soeharto untuk bikin gaduh Indonesia dalam merekrut kaum konservatif yang masih banyak pengikutnya. Maka isu PKI hanya jadi santapan orang-orang kolot dan tidak menyentuh kaum milenial.

La Nyalla salah satu pelaku dari penyebaran isu PKI tersebut. Hal itu diakuinya ketika ketemu Jokowi disela agenda kunjungan orang nomor satu ke Jawa Timur, Sabtu (27/10/2018) malam.

Dalam pertemuan hangat tersebut, La Nyalla juga meminta maaf karena telah terlibat dalam menyebarkan opini negatif terhadap sosok Jokowi pada saat Pilpres 2014 silam. Jokowi didampingi menanggapi dengan tertawa saja.

Dengan jiwa besar Jokowi menjelaskan bahwa dia tidak mungkin keturunan anggota PKI ataupun pernah aktif di PKI. Sebab selain Jokowi lahir pada tahun 1961. Jokowi menjelaskan juga bahwa ayahnya adalah aktif di Nahdlatul Ulama (NU).

"Sudahlah Bang Nyalla, saya sudah tidak menanggapi lagi fitnah-fitnah seperti itu," ucap Jokowi seperti ditirukan La Nyalla.

Kenapa pertemuan La Nyalla dengan Jokowi tersebut menjadi sorotan saya dan saya membuat ulasannya?

Banyak manfaat diambil pertemuan itu. _Pertama,_ mengakhiri keberutalan selama ini  orang-oramg yang termakan umpan isu PKI tersebut. Selain merusak mental mereka yang terbangun kebencian oleh fiksi berita hoax tersebut, juga akan bisa tersandung kasus hukum. Ini sama saja politik keji yang menumbalkan orang awam untuk bisa berkuasa.

_Kedua,_ pengakuan dan permintaan maaf La Nyalla secara langsung ke Jokowi dan terbuka ke publik ini membuktikan bahwa pengunaan isu hoax dan hatespeech adalah fakta nyata perilaku dalam berpolitikan Indonesia Jika ini terus dibiarkan sangat mengancam kerukunan dan persatuan Indonesia yang majemuk. Indonesia gaduh dan bisa  chaos oleh hal-hal tidak jelas (hoax).

Pengakuan La Nyalla adalah fakta untuk kesekian kali terbongkarnya permainan politik fitnah dimainkan oleh kubu Prabowo. Ini semakin mendewasakan kita sebagai anak bangsa dalam berdemokrasi yang sehat dan produktif. Pelajaran buat kita untuk membangun politik menjadi sebuah keceriaan dan menyenangkan.

Kita sebagai generasi pewaris republik ini harus mengakhiri cara-cara politik hoax agar kita tetap fokus membentuk Indonesia menjadi negara hidup ceria rukun dan damai, rakyatnya berekonomi kuat, hukum tegak lurus , pemerataan dan keadilan terwujud nyata, pungli dan korupsi terbasmi habis, pejabat negara dan birokrasi bekerja profesional dan bermental melayani, infrastruktur modren dan terkonekting menyambungkan Indonesia dari Sabang sampai Merauke adalah menjadi tujuan kita bersama untuk dicapai.

Cukup sudah politik hoax dimainkan oleh kubu Prabowo!!!!

Penulis adalah aktivis 98 

(tan/uis)