PKB: Parpol Harus Dekat dengan Rakyat


Jakarta, PenaOne - Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding sepakat dengan pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa partai politik harus dekat dengan masyarakat sehingga dapat menyerap aspirasi dan menyelesaikan persoalan.

"Ada yang menarik dari pernyataan Presiden Jokowi bahwa untuk kembalikan kepercayaan publik pada partai politik, harus mau bekerja dan menyapa rakyat," kata Karding di Jakarta, Senin.

Dia menilai perbaikan itu bisa dalam cara kerja parpol dan secara institusional yang harus berubah dan harus mau bekerja menyapa rakyat dan bekerja bersama rakyat.

Karding mengatakan jangan sampai ada orang-orang yang hanya menyapa rakyat ketika menjelang Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres).

"Ini pesan yang luar biasa menarik. Mungkin itu sindiran bagi orang yang hanya turun ke masyarakat ketika Pileg dan Pilpres saja," ujarnya.

Dia juga menekankan pesan Presiden bahwa Indonesia di era industri 4.0, kita semua harus solid, bergerak, kerja dan perencanaan yang cepat.

Karding menilai dalam era industri 4.0 pasti ada perubahan "landscape" politik, budaya dan ekonomi yang sangat cepat sehingga dibutuhkan kekuatan, kecepatan, soliditas, dan sumber daya manusia yang berkualitas.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam sambutannya di Peringatan HUT Ke-54 Partai Golongan Karya (Golkar) di JI-Expo Jakarta pada Minggu, mengajak sejumlah partai politik untuk benar-benar menyambangi masyarakat guna mendengar keluhan dan masalah yang ada.

"Kita jangan hanya memaksa rakyat untuk mendengar kita, melainkan kita harus dengar aspirasi rakyat, dengar keluhan rakyat, mendengar apa yang dibutuhkan rakyat, mendengar apa yang diinginkan rakyat," kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, partai politik harus menunjukkan karya dan kinerja bersama-sama dengan masyarakat.

Dia juga mengingatkan agar parpol menunjukkan kepada bangsa Indonesia bahwa pemilihan umum bukanlah perang demokrasi, melainkan perayaan pesta demokrasi.

Presiden meminta para pemimpin partai untuk benar-benar bekerja ke tengah-tengah masyarakat untuk menjaga kepercayaan bangsa terhadap proses politik maupun partai politik. (Antara)