Polri Diminta Tak Gentar Periksa Orang yang Terlibat "Ngibul" Sarumpaet


Jakarta, PenaOne - Polda Metro Jaya diminta tidak gentar memeriksa orang-orang yang telah dilaporkan terkait kasus "ngibul" Ratna Sarumpet termasuk tokoh-tokoh politik nasional apapun kedudukan dan jabatannya.

"Kepolisian Republik Indonesia sebagai lembaga penegak hukum harus menjunjung tinggi keadilan ditanah air. Kasus penyebaran hoax Ratna Sarumpaet dapat menjadi ajang pembuktian bahwa supremasi hukum berjalan tanpa pandang bulu di negara ini," kata Wasekjen Depimnas Relawan Jokowi (RèJo) Sulaiman Haikal, Selasa (23/10/2018).

Dirinya menjelaskan, sebagaimana dijamin oleh konsistusi Negara ini setiap warga negara kedudukannya sama dimata hukum. Maka dari itu, Polri wajib menjunjung tinggi amanah konsistusi tersebut tanpa terkecuali.

"Oleh karenanya Polri harus mengusut tuntas kasus ini secara profesional dan tidak pandang bulu," jelasnya.

Dijelaskan Haikal, semua orang yang terlibat dalam penyebaran hoax Ratna Sarumpaet harus diperiksa dan diproses di pengadilan. "Tidak peduli siapapun dia, apapun atribut politik yang tengah disandangnya, karena semua warga negara berkedudukan sama dimata hukum".

"Sudah ada yurisprudensinya. Bahkan wakil presiden pun memberikan kesaksiannya di pengadilan. Jadi tidak ada alasan apapun bagi Polri untuk tidak memanggil para penyebar hoax," kata Haikal.

Senada, HM. Darmizal, MS, Ketua Umum RèJO, menilai, kasus "ngibul" Ratna Sarumpaet tidak bisa dipandang sebelah mata. Darmizal menganggap, kasus Ratna bukanlah kasus kecil dan main-main.

"Tidak cukup selesai dengan permintaan maaf," ujarnya.

Menurut Darmizal, hoax Ratna Sarumpaet terlihat dimassifikasi agar timbul kemarahan publik kepada pemerintah yang sah. Oleh karenanya kasus ini kepublik. Apakah murni kesalahan Ratna atau ada sesuatu dibalik itu, bahkan kami berharap sidang Ratna Sarumpaet dapat disiarkan secara langsung oleh televisi nasional.

"Agar masyarakat dapat menyaksikan secara langsung bagaimana proses persidangan dan apa saja  yang menjadi bukti-bukti di pengadilan sehingga tidak ada dusta diantara kita pungkas Darmizal. (tan/zal)