ReJo Minta Ketua Kwarnas Pramuka Selidiki Video Anak Bersergam Pramuka Teriakan 2019 Ganti Presiden

Foto screenshoot twitter @NitizenFPI
Jakarta, PenaOne - Ketua Relawan Jokowi (ReJo) Bidang Isu Kotemporer Dr. Habib Abdurrahman Abdullah menanggapi video berdurasi 35 detik yang lagi viral di media sosial (medsos).

Dimana dalam video tersebut terlihat puluhan anak-anak yang mengenakan baju seragam pramuka dikomandoi oleh orang dewasa untuk mengucapkan takbir "Allahu Akbar" beramai-ramai yang selanjutnya  meneriakkan 2019 ganti presiden.

"Tidak sepantasnya  anak-anak  yang masih berstatus pelajar seperti itu  dilibatkan dalam politik praktis," katanya saat dihubungi Senin (15/10/2018).

Dirinya meminta agar Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka Budi Waseso menyelidiki dan menindaklanjuti dimana dan kapan peristiwa itu terjadi.

"Untuk kegiatan kampanye telah diatur dalam Pasal 69 Ayat (1), huruf h Peraturan KPU (PKPU) Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum. Dalam beleid tersebut disebutkan, pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan untuk kegiatan kampanye," ujar Habib Abdurrahman.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan para oknum tersebut dengan mengeksploitasi anak-anak  adalah melanggar hukum.

"Tolong diselidiki secepatnya. Harus juga diberikan sanksi kepada tokoh intelektual yang mengorganisir anak-anak berseragam pramuka tersebut agar tidak menjadi preseden buruk yang mencederai demokrasi kita," pungkas Habib Abdurrahman Abdullah.


Foto screenshoot @NitizenFPI
Video tersebut juga terlihat dalam akun twitter Nitizen_FPI @NitizenFPI yang diunggah 13 Oktober 2018 pukul 18:12.
(ina/sis)