Sumbar Bakal jadi Tempat Perdana Gembleng Saksi ReJo Saat Pilpres

Fauzi Bahar Ketua ReJo Sumbar
Jakarta, PenaOne - Relawan Jokowi (ReJO) akan melakukan kegiatan sosialisasi door to door untuk menyapa warga sekaligus sebagai ajang pelatihan bagi anggotanya untuk menjadi saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat hari pencoblosan Pilpres 2019 digelar.

Menurut Ketua umum ReJO HM Darmizal MS, hal itu sebagai bentuk peran relawan yang akan mengawal suara Jokowi-Amin agar tidak hilang dari mulai tingkat TPS.

Pada tahap pertama, lanjut Darmizal, kami akan melaksanakan di Sumatera Barat (Sumbar), dibawah komando mantan Walikota Padang 2 periode Dr. H. Fauzi Bahar, Ketua RèJO Sumbar dirinya yakin program ini akan berhasil.

"Kita siapkan saksi di TPS. Terutama di daerah yang Jokowi kalah saat Pilpres 2014 lalu," ujar Darmizal di Jalan Purworejo 8 Menteng, Jakarta Pusat (29/10/2018).

Mengenai biaya saksi, Darmizal menegaskan tidak ada bantuan dari pihak manapun.

"Benar sekali, tidak ada bantuan dari mana-mana. Kita swadaya kok," tegas Darmizal.

Alumni Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini menambahkan, mulai minggu ini juga ReJo juga akan mensosialisasikan "Salam Satu jempol" sebagaimana arahan pak Jokowi dan keputusan Rakernas TKN di Surabaya pada Sabtu dan Minggu kemarin.

"Satu Jempol, InsyaAllah menjadi sejarah bagi kemenangan Jokowi Amin pada Pilpres 2019 mendatang. Kita akan sosialisasikan ke seluruh lapisan masyarakat," jelasnya.

Hal yang sama disampaikan Ketua RèJO Sumbar, Fauzi Bahar. Menurutnya, meskipun Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin sudah menyiapkan saksi pada tiap TPS, kita akan saling berkoordinasi saat dilapangan nanti.

"Kita turunkan saksi sendiri untuk saling mengisi. Saya yakin, akan saling menguatkan dan melengkapi, karena tujuannya adalah kemenangan Jokowi-Amin. Banyak saksi justru akan bagus kok," jelas Fauzi.

Mengenai biaya para saksi, Fauzi Bahar menegaskan, karena semangat kita adalah pembangunan berkelanjutan, maka para relawan melaksanakan kegiatan pengawasan secara mandiri.

"Kami siapkan kaos sebagai identitas mereka. Dana yang dipakai adalah hasil dari saweran para anggota ReJo sendiri," pungkas Fauzi Bahar. (sil/iin)