152 Startups Dunia Hadiri Event Tahunan di Batam


Dubes RI Singapura Ngurah Swajaya
Batam, PenaOne - Sebanyak 152 startups (usaha rintisan) dari 16 negara hadir dalam E27 Academy, sebuah event tahunan bagi komunitas startups Dunia di Nongsa Digital Park (NDP), Batam.

Tahun ini Nongsa Digital Park (NDP) dipilih menjadi tuan rumah kegiatan training dan pertemuan yg melibatkan pendiri starts up, pemilik modal vetura serta mentor selama 3 hari yg diikuti peserta manca negara, termasuk dari Indonesia.

Dubes RI Singapura, Ngurah Swajaya bersama Ketua Dewan Teknologi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas), Dr. Ilham Habibie memberikan motivasi di sela-sela makan siang bersama 152 pendiri usaha rintisan/startups dan pemilik perusahaan modal ventura.

Dalam paparannya, Dubes Ngurah mengingatkan kembali visi dan konitmen Presiden RI, Joko Widodo, untuk wujudkan 1,000 technopreneurs tahun 2020 dan lebih banyak lagi tech-unicorn karya anak bangsa. Dalam pertemuan antara Presiden RI dan PM Singapura dalam peringatan 50 Tahun hubungan bilateral RI-Singapura, telah dicanangkan kerjasama bilateral bidang ekonomi digital, yg antara lain difokuskan kepada pendidikan dan pelatihan serta pencanangan NDP sebaga jembatan digital yg hubungkan Singapura dengan hub digital di beberapa kota di Indonesia, jelasnya. Kerja sama ini tidak hanya untuk kebutuhan pasar Indonesia dan Singapura, melainkan juga mencakup pasar Masyarakat Ekonomi ASEAN yg berkekuatan lebih dari 600 juta penduduk.

Pemilihan NDP sebagai lokasi kegiatan E27 dinilai sangat tepat karena posisi NDP sebagai jembatan digital. Disamping itu, Dubes Ngurah juga jelaskan lapotan Google dan Temasek yg menyebutkan potensi ekonomi digital Indonesia yg terbesar di Asia Tenggara dengan nilai US$ 100 milyar tahun 2015 dari posisi saat ini sekitar US$ 130 milyar. Indonesia yg memiliki telent digital yg sangat potensial dan masih membutuhkan pelatihan tambahan untuk meningkatkan kapasitas mereka juga menjadi potensi kerja sama digital dengan Indonesia.

Dalam kegiatan E27 kali ini,  “partisipasi Singapura juga cukup tinggi, 75 funders dan partners berasal dari Singapura" sementara peserta terbanyak kedua adalah Indonesia dan peserta internasional termasuk berasal dari Khasakstan dan beberapa negara lainnya, lanjutnya.

Sebagai Jembatan digital yg menghubungan bisnis, modal, dan pengembangan talenta antara Singapura dan Indonesia, saat ini NDP menampung sekitar 60 usaha rintisan yg mengbangkan bisnis mereka di Singapura maupun di Indonesia. Di NDP diharapkan akan terbangun menjadi inkubasi teknologi dan bekembang ekosistem yang menunjang pengembanhan inovasi dan kreasi yg akan berkontribusi dalam pengembangan ekonomi digital di Indonesia.

Sementara itu Ketua Wantiknas, Ilham Habibie, membantu pelaku usaha rintisan dengan untuk dapat melakukan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan mengesampingkan akes ke modal dan pasar (user). Berbicara dengan para founder Ilham mengatakan: "kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan bagi pelaku usaha rintisan, karena ide itu harus berkembang dan pengembangan itu dapat dilakukan melaui networking melalui  forum-forum seperti ini." ucapnya.

Sementara itu,  Founder Citramas Group, Kris Wiluan, mengungkapkan bahwa tantangan utama dalam pengembangan ekonomi digital adalah ketersediaan SDM yang memenuhi kapasitas yang dibutuhkan. Untuk itu, NDP ingin berkontribusi mencetak talenta yg handal.

Selama kegiatan E27, telah ditandatangani 33 MoU antara 3 pengelola utama NDP yang tergabung dalam Citramas Group dengan universitas, Sekolah vokasi dan kejuruan dari Temasek Polytechnic dari Singapura hingga University of Coventry dari Inggris.

Dubes Ngurah berharap dengan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku startups dan investor, NDP dapat terus berkembang membangun ekosistem inkubasi yang baik dan menjadi jembatan bagi kerja sama bilateral RI-SING dalam bidang ekonomi digital, khususnya pengembangan startups di Indonesia sehingga visi Presiden RI untuk ciptakan 1000 technopreneurs dan lebih banyak tech unicorn Indonesia dapat diwujudkan. (Lus/tas)