Darmizal: SBY dari Dulu Selalu Banyak Akalnya...

Presiden Jokowi berbincang dengan Presiden ke-6 SBY dalam acara Peringatan HUT ke-72 RI, di Istana Merdeka, Jakarta. @foto Setkab
Jakarta, PenaOne - Ketua umum Relawan Jokowi atau ReJo HM Darmizal MS mengatakan, pernyataan yang disampaikan Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi bidang Advokasi dan Hukum Eggy Sudjana kepada mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kurang pantas.

Kata Darmizal, Eggy Sudjana seharusnya bisa memilih kalimat yang lebih santun untuk menyampaikan kesalnya pada SBY.

"Rasanya kurang elok SBY disalahkan apalagi dengan narasi yang sangat tidak pantas disampaikan pada seorang mantan Presiden RI yang pernah memimpin Indonesia selama 10 tahun," kata Darmizal kepada wartawan di Hotel Acacia, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (11/11/2018) jelang tengah malam.

Menurut pengagas buku berjudul Jokowi Dulu kini dan Nanti (Jadul Kinanti) yang ditulis Widjiono Wasis ini, jika Partai Demokrat sejak awal bergabung dengan koalisi Jokowi, saya rasa SBY akan merasa lebih nyaman dan jauh dari ungkapan kalimat dengan narasi kasar dan sarkas sebagaimana yang kita baca dimedia massa hari ini.

Ketua umum ReJo HM Darmizal MS
"Itulah keadaan yang terjadi dan harus dilalui. Lewati semua kesulitan dengan optimis. SBY dari dulu selalu banyak akalnya, dapat menjadikan hambatan sebagai peluang," jelasnya.

Masih menurut Darmizal, namun sekarang keadaan memang berubah sangat cepat. Dulu SBY dan jaringannya fokus untuk dirinya, namun sekarang terasa sekali bahwa SBY fokus pada putranya Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.

"Sayangnya AHY masih belum punya catatan  reputasi dalam dunia politik yang sangat kejam dan penuh intrik menggapai segala kemungkinan," jelasnya.

Darmizal mempunyai berfirasat, saat ini merupakan masa terpahit yang harus dihadapi oleh Partai Demokrat, partai yang pernah berkuasa selama 10 tahun, kemudian dipimpin langsung oleh sang Demokrat yang menjadi Presiden RI ke 6 yaitu bapak Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono.

"Semoga firasat saya mutlak salah dan yang benar Partai Demokrat berhasil mendulang sejarah sukses tahun 2009. Walau sejarah tidak pernah terulang," pungkas Darmizal.

Sebelumnya, Eggy Sudjana mengaku tak setuju dengan SBY yang menyebut soal politik SARA menguat sejak Pilgub DKI 2017.

Eggi justru mengatakan kalau Presiden Indonesia ke-6 itu sering melakukan aksi politik banci disetiap langkah politik yang diambil karena tak menentukan arah dukungan dan menyebut dirinya netral.

“Saya tidak sependapat dengan SBY. Kalau mengikuti pendapat SBY, jadi banci. Enggak jelas,” kata Eggi di Jakarta usai mengisi sebuah seminar, Minggu (11/11/2018).

Eggi menyebut sikap netral yang seringkali diambil SBY saat berpolitik seperti setan bisu.

“Netral itu setan bisu dalam perspektif tauhid. Dia setan, tapi bisu, tapi kan tetap setan. Ya saya gak bilang dia (SBY) setan. Ini kan soal sikap ya, kalau politik pokoknya banci bener deh,” kata Eggi. (tan/sis)