Effendy Sianipar Prihatin Dokter Bedah se Riau Mogok Kerja


Jakarta, PenaOne - Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Riau I Effendy Sianipar mengaku prihatian dengan adanya aksi mogok kerja dokter bedah se provinsi Riau lantaran 3 orang temannya ditahan Kejaksaan Negeri Pekanbaru karena diduga terlibat korupsi Alat Kesehatan (Alkes) di RSUD Arifin Achmad.

Senin (26/11/2018) lalu dokter bedah di Riau menyatakan mogok bekerja. Bahkan, sejumlah dokter ada yang mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Pekanbaru.

"Pekerjaan dokter itu sangat mulia. Mereka sudah disumpah. Bagaimana bisa mereka melakukan (mogok) itu hanya karena masalah hukum yang bisa berakibat hilangnya nyawa seseorang," kata Effendy di komplek DPR, Rabu (28/11/2018).

Effendy mengaku prihatin atas mogoknya para dokter itu. Dia berharap peristiwa itu tiďak berlarut-larut.

 "Saya sangat meyayangkan peristiwa itu. Secepatnya harus dicarikan solusi," jelasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini yakin, aksi mogok yang dilakukan dokter bedah di Riau itu tidak akan menyurutkan langkah Kejaksaan untuk melanjutkan perkaranya.

"Ngak ada istilah demo mogok untuk pemeriksaan korupsi, karena hukum adalah panglima tertinggi yang tak bisa di pengaruhi," jelasnya.

Sebelumnya, Kejari Pekanbaru menahan 3 dokter serta dua rekanan pengadaan Alkes di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru. Pagu anggaran pengadaan alat kesehatan di RSUD ini mencapai Rp 5 miliar untuk tahun anggaran 2012-2013 dengan rekanan bersama CV PMR. Di mana hasil penyidikan pengadaan Alkes tersebut tidak sesuai dengan prosedur. (tis/usi)