Himpuli Dukung Program Kementan Bantu 20 Juta Unggas Bagi 400 Ribu Keluarga Miskin


Jakarta, PenaOne - Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan peternakan unggas lokal yang berbasis sumber daya genetik negeri sendiri.

Himpuli atau Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia mengapresiasi program Kementan Bekerja yang akan memberikan bantuan 20 juta ekor unggas lokal kepada 400.000 Rumah Tangga Miskin (RTM)  di 20 propinsi mulai awal 2019.

Menurut Ketua Himpuli, Ade M Zulkarnain, kebijakan Kementan yang  melanjutkan program Bekerja pada tahun 2019 adalah bukti dukungan atau komitmen dalam mengembangkan peternakan di pedesaan yang berbasis unggas lokal, baik ayam maupun itik. Apalagi dengan anggaran yang disiapkan diperkirakan lebih dari Rp 1,5 Triliun yang berasal dari APBN. RTM tidak hanya mendapat bantuan ternak tetapi juga kandang, pakan dan obat-obatan.

“Kami berterima kasih serta sangat mengapresiasi dan akan memberikan dukungan sepenuhnya untuk mewujudkan sekaligus mensukseskan program tersebut,” kata Ade dalam siaran pers Senin (26/11/2018).

Program Bekerja yang bertujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga miskin itu adalah kelanjutan dari program yang sama pada tahun ini. Sejak Agustus 2018, Kementan telah membagikan hampir 10 juta ekor ayam lokal dan itik di 10 propinsi. Setiap RTM menerima 50 ekor ayam lokal yang tujuannya untuk diternakkan sehingga mereka bisa mendapat penghasilan tanbahan.

Keberhasilan itu menepis keraguan sebagian kalangan peternakan terutama untuk penyediaan ternaknya. “Himpuli telah mengkonsolidasikan peternak-peternak unggas lokal supaya bisa memenuhi kebutuhan Kementan Bekerja,” dia menambahkan.

Program Kementan Bekerja 2019 kabarnya sudah harus dimulai pada awal 2019 yang realisasi pelaksanaannya akan dilakukan antara lain oleh Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Badan Penenelitian dan Pengembangan Pertanian serta Badan Ketahanan Pangan. “Langkah Kementan ini sudah jelas dalam upaya pemanfaatan dan pengembangan potensi sumber daya genetik ayam negeri sendiri menuju cita-cita Unggas Lokal Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri,” ujar Ade. (fas/ina)