KBRI Cairo Bakal Fasilitasi Pengusaha Indonesia Tampil di IATF 2018


Dubes RI Cairo Helmy Fauzi
Jakarta, PenaOne - Duta Besar (Dubes) RI untuk Cairo, Mesir Helmy Fauzi mengatakan, KBRI Cairo akan mefasilitasi pengusaha asal Indonesia yang akan turut andil bagian dalam Pekan Perdagangan Intra Afrika (Intra African Trade Fair/IATF) 2018 yang akan digelar pada tanggal 11-17 Desember di Egypt International Exhibition Center di Kairo, Mesir.

Menurutnya, IATF 2018 merupakan pameran dagang intra Afrika pertama. Pameran ini merupakan wahana berbagi informasi dan mencapai kesepakatan di bidang perdagangan, investasi dan peluang pasar bagi eksportir, importir dan investor. 

"Pameran ini akan menampilkan produk multisektor antara lain: pertanian, otomotif, pakaian, konstruksi, industri kreatif dan pembangunan infrastruktur.  Secara spesifik, kegiatan IATF ini bertujuan mempertemukan calon pembeli dan penjual produk unggulan," katanya di kawasan City Walk Sudirman, Kamis (1/11/2018) malam.

Dijelaskannya, hasil studi Afrexim Bank menunjukkan rendahnya perdagangan intra-Afrika yang hanya sekitar 15% dibandingkan Asia  yang mencapai 51% dikarenakan kurangnya akses dagang dan informasi pasar. 

Lebih lanjut dikatakan Helmy, pekan bisnis ini diprediksi diramaikan lebih dari 1.000 exhibitor dari seluruh Afrika dan  70 ribu pengunjung dari negara-negara Afrika dan Non Afrika dengan target business deal USD 25 miliar. Di sela-sela pameran ada juga konferensi dan workshop membahas mengenai trade finance, payments, dan trade facilitations. 

Selain negara-negara Afrika, pameran ini juga akan diikuti oleh RRT, India, Brazil, Rusia, Uni Eropa dan Indonesia. Rencananya, KBRI Cairo akan menyiapkan Paviliun Indonesia dengan luas mencapai 180 meter persegi.

Dubes Helmy menambahkan, sebagai tindak lanjut Indonesia-Africa Forum 2018 dan upaya merambah pasar potensial Afrika.

Dubes Helmy Fauzi menilai kehadiran Indonesia incorporated dalam IATF 2018 penting dilakukan. Partisipasi dalam Pameran Intra Afrika terbesar ini akan dilakukan dengan memfasilitasi kehadiran BUMN maupun swasta Indonesia, termasuk yang telah melakukan penetrasi ke pasar Afrika.

Dubes Helmy mengungkapkan selama ini Mesir merupakan salah satu mitra dagang non-tradisional utama bagi Indonesia di benua Afrika. 

"Selain itu, Mesir merupakan simpul penting dalam merambah pasar Afrika. Terlebih, Mesir merupakan satu-satunya negara yang mampu meraih enam trofi Primaduta Award dari Presiden Joko Widodo selama dua tahun berturut-turut, 2017 dan 2018. Jumlah ini merupakan raihan terbanyak yang diberikan importir di suatu negara," jelasnya.

Dubes Helmy menjelaskan, melalui Paviliun Indonesia, KBRI Cairo berencana mengenalkan produk dan komoditas unggulan nusantara. Sejauh ini, sejumlah perusahaan dan BUMN sudah menunjukkan kesiapan berpartisipasi dalam IATF 2018. Mereka antara lain: Pertamina, Holding PTPN III (Persero), Perusahaan Perniagaan Indonesia, PT Kapal Api Global, PT INKA, PT Gajah Tunggal, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk.

Masih menurutnya, imbauan Presiden Joko Widodo agar para pengusaha RI melakukan penetrasi produk ke Afrika sudah merupakan langkah tepat. Selain memang belum tergarap maksimal, Dubes Helmy meyakini produk dan komoditas Indonesia mampu bersaing di pasar Afrika, baik dari segi harga maupun kualitas. 

“Sudah saatnya perusahaan-perusahaan kita melihat dan melakukan penetrasi serius terhadap pasar Mesir dan Afrika.  Kami berharap semakin banyak BUMN dan pengusaha Indonesia yang mau melakukan terobosan dan inovasi dalam menjangkau Pasar Afrika. Dan jajaran KBRI Cairo akan sangat siap untuk memberi informasi  dan bantuan fasilitasi,” pungkas Dubes Helmy.  (tan/sal)