Peluru Nyasar Tewaskan Warga Ciracas

Ilustrasi
Jakarta, PenaOne - Seorang pria ditemukan tewas di belakang rumah kontrakannya di Jalan Asem RT 014/09, Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (3/11) malam. Korban tewas dengan luka tembak di bagian pipi kiri atas dan anak peluru bersarang dibagian kepala belakang dibawah telinga.

Ade Supardi, 30, yang menjadi korban dalam peristiwa itu. Berdasarkan informasi yang didapat, korban tewas akibat peluru nyasar yang ditembakkan seorang anggota polisi berpangkat Bripda berinisial AL, 25, dari kesatuan Sabhara Polda Metro Jaya.

Agus, 39, saksi mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23:00 saat dirinya tengah ngobrol dengan tetangganya. Kala itu, awalnya ia mendengar ada suara keributan antar pria yang ada disekitar tempat kejadian. "Habis ribut nggak lama terdengar suara tembakan, kaget juga dengernya," katanya, Minggu (4/11).

Usai mendengar tembakan, kata Agus, ia pun bersama beberapa rekannya memberanikan diri untuk melihat apa yang terjadi. Begitu melongok ke belakang rumah kontrakan, ditemukan seseorang tewas tergeletak. "Darahnya banyak banget di muka, kita semua nggak ada yang berani pegang itu korban, takut kesalahan," ujarnya.

Atas temuan itu, sambung Agus, ia pun melaporkan kejadian itu ke ketua RT 009 dan tak lama berselang kembali balik ke lokasi. Dari temuan itu, pihak RT melanjutkan laporan ke RW dan diteruskan ke polisi. "Habis itu polisi langsung datang banyak, kita yang ada di lokasi diminta untuk menjauh," ungkapnya.

Polisi yang datang ke lokasi, langsung melakukan olah TKP. Di tempat itu, petugas menemukan sebuah selongsong peluru yang tertinggal. Petugas dari Polsek Ciracas hingga polres Jakarta Timur pun bungkam dan tak mau memberikan keterangan.

Namun berdasarkan informasi yang didapat wartawan, diduga korban tewas akibat dari peluru nyasar. Pasalnya saat itu, ada seorang anggota polisi berpangkat Bripda dari kesatuan Polda Metro jaya yang diketahui membuang tembakan.

Anggota polisi itu diketahui menggunakan senjata api jenis Sig Sauer caliber 9 milimeter X 19 milimeter. Atas kejadian itu pun, polisi dari polres Jakarta Timur langsung mengamankan anggota berinisial AL untuk dimintai keterangan, berikut barang bukti sebuah magazine dan 10 butir peluru ukutan 9 milimeter.

Di konfirmasi terkait kasus itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, belum memberikan ketengan detil. Melalui pesan singkat dari WA, pejabat polisi ini masih irit bicara. "Kami masih lakukan olah TKP dan penyelidikan," pungkasnya. (stev/ani)