PUSAKO UIR Khawatir Kartu Nikah jadi Ladang Korupsi

Muhammad Nurul Huda
Pekanbaru, PenaOne - Kementerian Agama (Kemenag) diminta mengkaji ulang rencana pembuatan kartu nikah yang berbentuk kartu ATM.

Ketua Pusat Studi Anti Korupsi (PUSAKO) Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (UIR) DR. Muhammad Nurul Huda, SH. MH khawatir rencana pembuatan kartu nikah akan bernasib seperti proyek E-KTP yang menjadi bancakan korupsi berjamaah yang diduga negara rugi Rp2,3 triliun.

"Karenanya, kami berharap agar pak Presiden Jokowi untuk memberikan instruksikan ke Kemenag menunda  rencana pembuatan kartu nikah tersebut," katanya Kamis (15/11/2018) di Pekanbaru, Riau.

Dia mengatakan, jangan sampai rakyat nanti menilai bahwa dizaman pak Jokowi ada kebijakan yang bermasalah secara hukum seperti pada kasus E-KTP. (abd/sis)