Takbir, Pendiri Partai Demokrat Apresiasi Keputusan Putra SBY

HM Darmizal MS
Jakarta, PenaOne - Takbir. Takbir. Takbir. Alhamdulillah. Itulah yang keluar dari mulut HM. Darmizal, MS, Ketua Umum Relawan Jokowi atau ReJo setelah mengetahui jika seluruh kader Partai Demokrat ditanah air dipersilahkan mendukung Jokowi Capres nomor 01 pada Pilpres tanggal 17 April tahun 2019 mendatang.

Baca: Jokowi Bukan Orang Sembarangan!

"Allahu Akbar. Sangat mengharukan, saya bangga dan sangat menyambut baik apa yang disampaikan oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas yang mempersilahkan kader Partai Demokrat diperkenankan mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin," ujar Darmizal kepada wartawan Selasa (13/11/2018).

Pendiri Partai Demokrat ini menambahkan, sejak awal dirinya sudah memprediksi jika suara Partai Demokrat akan terbelah dalam Pilpres 2019. Terlebih, kata dia, tokoh milenial Partai Demokrat yang juga putra Ketua umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak diberikan peran central di koalisi Prabowo-Sandi.

Baca: Darmizal: SBY dari Dulu Selalu Banyak Akalnya...

"Ini yang mendasari saya dan teman-teman mendirikan ReJo. Karena, kami melihat sosok Presiden Jokowi ingin membangun bangsa dan seorang pekerja keras melanjutkan capaian dan mempercepat apa yang sebelumnya telah dikerjakan oleh SBY-JK," ujar Darmizal.

Pria berdarah minang ini menambahkan, ketulusan hati Jokowi untuk membangun bangsa ini harus didukung semua kalangan, termasuk seluruh kader Partai Demokrat.

"Seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali pasti merasakan hasil pembangunan yang dilakukan Presiden Jokowi. Rakyat pasti dapat melihat dengan mata hati yang paling dalam, bahwa pembangunan saat ini sungguh nyata. Mereka yang tidak mau melihat kenyataan, adalah mereka yang sengaja menutup mata hati dan telinganya dengan kegelapan untuk melihat hasil pembangunan yang nyata. Pembangunan yang belum selesai ini memang harus dituntaskan dengan cara memilih kembali Jokowi di Pilpres," tuturnya.

Baca: Relawan Jokowi Sesumbar Gaet 28 Juta Suara

Tentunya, dengan sikap Ibas yang mempersilahkan kader Partai Demokrat untuk mendukung pasangan Jokowi Amin, akan membuat partai yang kini dikomandani Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini dapat menuai kejayaannya kembali.

"Partai Demokrat harus pandai mengambil manfaat agar lolos parliament treshold yang terasa sangat berat. Maka itu, saya juga mengajak seluruh kader Partai Demokrat di tanah air bersama-sama menularkan, menggelorakan jika perlu mendeklarasikan secara nasional apa yang diucapkan mas Ibas tersebut. Partai Demokrat berkejaran dengan waktu yang semakin sempit," pungkas alumni Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini.

Sebelumnya, Ibas mengaku mengetahui ada kader partai yang mendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Padahal, Demokrat secara resmi mengusung paslon nomor urut 02 yaitu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Baca: Dirikan Relawan Jokowi, Darmizal Hengkang dari Demokrat

"Kami sudah sangat mengetahui, survei internal Partai Demokrat menyatakan memang mayoritas memilih Pak Prabowo. tetapi ada juga yang sesuai dengan cultural wilayah setempat itu memilih Pak Jokowi," kata  Ibas saat ditemui di sela-sela acara Pembekalan Caleg DPR RI Partai Demokrat, di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (11/11/2018).

Menurut dia, hal itu juga terjadi pada partai lain. Ia menilai, belum tentu seluruh kader  mendukung paslon yang diusung secara resmi oleh partai.

Ibas mengatakan, Demokrat adalah partai yang demokratis.

Baca: Kelembutan Bundo Kanduang Diyakini Mampu Menangkan Jokowi di Ranah Minang

Pilihan dukungan untuk pilpres menurutnya adalah urusan masing-masing kader sebagai individu.

Oleh karena itu, tidak akan ada hukuman yang dijatuhkan pada kader yang memiliki pilihan berbeda soal capres dan cawapres. (zul/isa)