TKN Jokowi-Amin Hadiri Upacara Tradisi Panjang Jimat di Keraton Cirebon


Cirebon, PenaOne - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) yang juga Ketua Dewan Pembina Relawan Jokowi alias ReJO Sidarto Danusubroto menghadiri upacara tradisi Panjang Jimat di Bangsal Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat Rabu (21/11/2018) malam.

Udara yang lembab disertai guyuran hujan, tidak menyurutkan puluhan ribu masyarakat Cirebon dan sekitarnya untuk melihat jalannya upacara tradisi Panjang Jimat tersebut.

Anggota Watimpres Sidarto Danusubroto duduk disamping Sultan Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat.
Sebelum memasuki bangsal Keraton Kasepuhan Cirebon untuk mengikuti upacara tradisi Panjang Jimat, Sidarto Danusubroto yang juga Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Capres Jokowi-Ma'ruf Amin terlihat didampingi mantan  Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono dan Ketua umum ReJO HM Darmizal MS  masuk kedalam sebuah ruangan untuk bertemu dengan Sultan Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat.

Dalam ruangan tersebut mereka tidak terlalu lama saling bercengkrama. Mereka tampak menyerahkan buku berjudul Jokowi Jaman Dulu dan Nanti (Jadul Kinanti).

Anggota Watimpres Sidarto Danusubroto menyerahkan cindera mata kepada Sultan Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat.
Sultan Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat dalam sambutannya mengatakan, upacara Panjang Jimat digelar dalam rangka memperingati kelahiran manisia kekasih Allah SWT yakni nabi Muhammad SAW.

Dalam upacara Panjang Jimat kata dia, akan dikeluarkan 7 piring pusaka yang usianya sudah 700 tahun.  Kata Sutan, piring tesebut semuanya ada 9. Namun yang dikeluarkan hanya 7 sesuai jumlah hari.

Prosesi upacara tradisi Panjang Jimat di Keraton Kasepuhan Cirebon, Rabu (21

"Yang dua lagi disimpan ditempat pusaka," jelasnya.

Sebagai pengiringnya, masih kata Sutan, akan ada 40 piring pusomka yang ukurannya lebih kecil. "Empat puluh piring ini akan diisi berbagai makanan yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat," kata Sutan.


Dirinya berharap, dengan acara Panjang Jimat ini mudah-mudahan kita semua bisa menauladani akhlak nabi Muhammad terutama lisan.

"Belakangan ini akhlak lisan kita semua kurang terjaga dengan adanya media sosial. Mudah-mudahan negara kita diberikan kebaikan kedepannya," tutur Sutan. (tan/gil)