Viral Jenderal Polri Tunjuk 2 Jari, IAW: Bila Perlu Batalkan Pelantikan Kapolda Banten


Jakarta, PenaOne - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane berharap semua anggota Polri, terutama para jenderalnya bisa menjaga sikap dan menahan diri agar tidak tampil dengan simbol simbol yang bisa mengganggu netralitas Polri di tahun politik ini.

"Apa pun alasannya, penampilan simbol simbol yang menyangkut partai atau calon presiden tertentu bisa menimbulkan persepsi negatif yang merugikan netralitas dan profesionalisme Polri," ujar Neta Rabu kepada Redaksi PenaOne.com (22/11/2018).

Hal tersebut dikatakan Neta menyoal tentang foto viral dua jenderal yang berpakaian dinas, sedang menunjukkan dua jari, seolah-olah sedang mengkampanyekan Prabowo Sandi, sebagai salah satu pasangan capres cawapres di Pilpres 2019.

"Mabes Polri perlu memberi penjelasan transparan. Penjelasan ini perlu dilakukan untuk klarifikasi tentang netralitas maupun profesionalitas Polri di tahun politik sekarang ini maupun di Pilpres 2019," tutur Neta.

Menurut Neta, ada dua dampak negatif  bagi Polri dengan viralnya foto kedua jenderal tersebut. Pertama, dalam foto yang viral itu, kedua jenderal menunjukkan dua jari yang seolah olah mendukung calon presiden tertentu di Pilpres 2019.

"Selain mengganggu netralitas Polri, foto itu bisa menunjukkan bahwa telah terjadi polarisasi di internal kepolisian untuk mendukung capres tertentu. Polarisasi ini akan makin tajam mengingat, salah satu dari jenderal itu akan menjabat sebagai Kapolda Banten dan satunya lagi mantan Kapolda Lampung," ungkap Neta.

Kedua, masih menurutnya, foto dua jari yang viral dari kedua jenderal itu bisa juga dipersepsikan sebagai huruf L yang menunjukkan kedua jenderal itu berasal dari daerah Lampung.

"Itu tetap merugikan Polri karena bisa dipersepsikan betapa kentalnya primordialisme dan kesukuan di Polri saat ini. Sikap kesukuan yang tinggi jika berkembang di Polri tentu akan merugikan kepolisian dan sekaligus menimbulkan kecemburuan karena hanya suku tertentu yang bisa menduduki jabatan jabatan strategis di Polri," katanya.

Sebab itu, apa pun alasannya, foto kedua jenderal yang viral dengan menunjukkan dua jari, tidak bisa ditolerir.

"Kapolri perlu menegur kedua jenderal tersebut. Bila perlu Kapolri segera membatalkan pelantikan salah satu jenderal yang di foto viral itu akan menjadi Kapolda Lampung. Sebab jika dibiarkan akan menjadi preseden dan membuat polarisasi agar Polri mendukung Prabowo Sandi sebagai salah satu capres di Pilpres 2019," pungkasnya. (lis/sah)