250 Pengusaha dan Investor Berkumpul dalam Satu Panggung


Dubes Singapura Ngurah Swajaya
Singapura, PenaOne - Sebanyak 250 investor, pemilik usaha, CEO dan pelaku usaha asal Singapura memadati ballroom utama Hotel Pan Pacific Singapura, untuk menghadiri “RI SING Appreciation Gala Dinner” yang diadakan oleh KBRI Singapura.

Kegiatan tahunan yang sudah diselenggarakan sejak tahun 2017, bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada pelaku usaha Singapura dan Indonesia yang sudah berkontribusi untuk melakukan investasi, impor produk Indonesia dan aktif memasarkan potensi wisata Indonesia.

Malam apresiasi diisi dengan pemberian penghargaan oleh KBRI kepada masing2 beberapa orang yang dinilai berjasa untuk meningkatkan investasi ke Indonesia, impor produk Indonesia serta memliki program pariwisata yang unik untuk penasaran dan menggaet wisatawan ke beberapa destinasi di Indonesia.

Sebanyak 8 pengusaha asal Singapura dan diaspora Indonesia diberikan penghargaan khusus oleh Duta Besar RI untuk Singapura, Ngurah Swajaya atas kinerja perusahaan masing-masing dalam peningkatan hubungan ekonomi bilateral. Selain tiga kategori penghargaan, yaitu RI SING Trade, Tourism and Investment, Dubes RI Singapura juga memberikan penghargaan khusus bagi pengusaha Singapura dan Indonesia yang telah melakukan terbosan (RI SING Pioneer) dalam bidang investasi maupun pariwisata. Berikut daftar pengusaha yang mendapatkan penghargaan beserta kategorinya:

RI SING Business Pioneer: 

Nazarisham Mohd Isa Chairman
Naza Holdings yang getol mempromosikan Belitung dengan berbagai potensinya, khususnya pariwisata.

Kris Wiluan, Chairman Citramas Group Pte. Ltd atas terobosanya menjadikan Nongsa Batam, sebagai Digital Bridge Singapura ke Indonesia.

RI SING Trade:  

Fiona Chaw, CEO AIMCO Global Pte. Ltd yang mendorong pemasaran produk fashion Indonesia di Singapura.

Francis Tan, CEO Trejoy Pte. Ltd yang menembus pasar Singapura untuk produk minuman Indonesia, seperti teh botol.

RI SING Tourism

Wayan Subagia, Vice President Regional PT. Garuda Indonesia yang mendorong penerbangan Garuda ke berbagai destinasi wisata unggukan di bawah program 10 New Bali.

Phillip Gan, CEO Singatour Travel Agent yang membuat progran wisata menarik sekaligus sambil memperkenalkan potensi wisata Indonesia.

RI SING Investment 

Dennis Wee, Wakil Sembcorp yang membangun Kawasan Industri Kendal dengan Jababeka.

Shailendra Bhandari, CEO Ecooils Pte. Ltd yang terus meningkatkan investasi dalam bidang pengolahan limbah.

Dalam sambutannya, Dubes RI Singapura, Ngurah Swajaya menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan rase of doing business untuk investasi dari Singapura, pengembangan destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan asing serta menawarkan berbagai produk ekspor potensial untuk pasar Singapura.

“Meskipun Indonesia memasuki tahun politik menuju pemilu bulan April 2019, data statistik menunjukkan bahwa investor tidak bersikap wait and see, melainkan terus merencanakan dan merealisasikan investasinha ke Indonesia, ujarnya”. “Hal ini menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap stabilitas politik dan demokrasi di Indonesia”.

Untum periode Januari - September 2018, terjadi kenaikan realisasi investasi sebesar 11% dibandingkan periode yang sama tahun 2017.

Demikian juga kunjungan wisatawan Singapura ke Indonesia yang meningkat lebih dari 10% untuk Januari-September 2018.  Berbagai jenis produk ekspor baru juga memasuki pasar Singapura atau menjadikan Singapura sebagai hub transit ke pasar internasional.

Garuda juga memulai penerbangan langsung ke beberapa destinasi baru seperti Toba, Belitung dan Bandung untuk membuka konektivitas guna mendorong pariwisata, investasi dan perdagangan.

Hadir juga dalam pertemuan tersebut sebagai Guest of Honour (tamu kehormatan), Ketua Singapore Business Federation, Teo Siong Seng.

Dalam sambutannya Teo Siong Seng menyampaikan bahwa selama tahun 2018, SBF bekerjasama dengan KBRI Singapura telah melakukan misi bisnis ke lima kota dan provinsi di Indonesia. “Misi bisnis dilakukan untuk mendorong pengusaha Singapura melakukan ekspansi bisnisnya di Indonesia, dan selama tahun 2018, anggota SBF bekerjasama dengan KBRI Singapura telah melakukan misi bisnis ke Jakarta, Bali, Yogyakarta, Bandung dan Batam” ujarnya.

“Selain itu pengusaha Singapura juga mengapresiasi kinerja diplomasi ekonomi KBRI Singapura dalam memfasilitasi kegiatan Bisnis Forum dan business matchmaking antara berbagai pemerintah daerah di Singapura," lanjutnya.

Dari 10 negara anggota ASEAN, anggota SBF menilai bahwa Indonesia masih paling atraktif untuk investasi.

Perwakilan dari Enterprise Singapore (ESG atau lembaga pemerintah Singapura yang bertanggung jawab untuk ekspansi pengusaha Singapura di luar negeri), Direktur Kerjasama Asia Tenggara, Chew Hwee Yong menyampaikan, hal-hal kongkrit yang sudah tercapai.

“Pengembangan kerjasama industri 4.0, adalah prioritas kita bersama dan ESG bersama dengan KBRI Singapura telah berhasil dalam pengembangan kerjasama tersebut, termasuk di Kendal Industrial Park”, ujarnya.

“Pengembangan usaha rintisan (startups) dan industri digital seperti di Nongsa juga menjadi prioritas bersama, dan dengan telah beroperasinya sekitar 60 startups di Nongsa ini sangat menggembirakan”, tutupnya.

Selain itu Dubes Ngurah juga menyampaikan bahwa di tengah retorika perang dagang, terbuka peluang yang strategi untuk memanfaatkan Indonesia, khususnya Batam, Bintan dan Karimun yang lokasinya dekat dengan Singapura, sebagai lokasi yang ideal untuk relokasi industri, termasuk dalam memanfaatkan Masyarakat Ekonomi ASEAN dan perjanjian ekonomi komprehensif regional yang dikenal sebagai RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership). Trend relokasi industri mulai dirasakan ketika beberapa negara di Asia Timur tidak lagi dianggap kompetitif sebagai basis produksi karena dampak geo-politik kawasan maupun untuk mencari pasar yang lebih potensial.

Saat ini nilai investasi dari Singapura periode Januari-September 2018 tercatat USD 6,7 Milyar atau naik 10% dibandingkan periode yg sama tahun 2017. Sementara itu, kunjungan wisata juga meningkat 9.8 % menjadi 1,78 juta wisman untuk  periode Januari-September 2018, dan untuk perdagangan, total perdagangan Indonesia dengan Singapura periode Januari-September 2018 sebesar USD 25,4 Milyar, yang mengalami peningkatan sebesar 18,2% dibanding periode yang sama tahun lalu atau sebesar USD 21,5 Milyar. Dubes Ngurah berharap investasi dapat menembus nilai USD 10 Milyar dan jumlah wisman dapat mencapat 2 juta wisman.

Dubes Ngurah memanfaatkan malam apresiasi ini untuk terus menegaskan bahwa “Indonesia remains open for business” dan juga remains potentials, termasuk dalam kerja sama pengembangan potensi ekonomi digital maupun industri 4.0.

“Kita sekarang terus menawarkan paket investasi konkrit yang siap serta menawarkan 10 Bali Baru sebagai destinasi pariwisata maupun investasi infrastruktur penunjang pariwisata. Kegiatan yang selama ini dilakukan KBRI Singapura tidak hanya sebatas membangun kontak (networking) namun juga mengarahkan kontak menjadi kontrak, ujar Dubes Ngurah.

Sebagai kegiatan penutup di akhir tahun 2018, KBRI Singapura akan menyelenggarakan RI SING Bazar di Asia Civilisation Museum tanggal 21 - 23 Desember 2018 untuk menampilkan produk unggulan UKM binaan Bank Indonesia dan Kementerian Perdagangan, termasuk kopi dan coklat sekaligus memanfaatkan momentum perayaan Natal dan Tahun Baru di Singapura.  (ail/daf)